Jumat, 01 Mei 2020

TERUS BELAJAR MENULIS


OLEH : ENI SETYOWATI, S.Pd.

( Disarikan dari Materi 21 Kuliah Belajar Menulis Online Gelombang 8)
Nara Sumber : Dr.Uswadin
https://uswadinlabschool.blogspot.com
Rabu , 29  April 2020

Sekilas Profil Narasumber

Beliau lahir di Brebes tanggal 15 Maret 1968.
Pendidikan terakhir beliau pendidikan MP S3 UNJ.
Riwayat kerja beliau Guru SMP Labschool Jakarta dan Kebayoran. Beliau juga sebagai kepala Sekolah SMP Labschool Cibubur dari tahun 2011- 2019. Beliau juga Pengembang Labschool UNJ.
Dari pernikahan beliau dikarunia 2 orang anak.
Alamat beliau di Matraman Jakarta Timur.
Alamat Email :
dinusawa15@gmail.com
**

Rabu siang, pukul 13.00 – 15.00 WIB, kembali kami menerima materi perkuliahan di Grup WhatsAAp  Belajar Menulis Online Gelombang 8. Selama bulan Ramadhan jadwal  kuliah belajar menulis online yang diinformasikan oleh Om Jay , memang berlangsung siang hari. Sambil mengisi waktu siang selama bulan puasa , untuk mengalihkan rasa lapar dan dahaga, walau memang sudah NIAT “ lillahi ta’ala “ sebelumnya. Dengan disirami materi tentang menulis semoga dapat memberi keberkahan bagi para peserta kuliah sehingga dapat menuangkan ide-ide menulis tentang indahnya Ramadhan di tengah pandemi coronavirus.


Setelah Om Jay mempersilahkan , Dr. Uswadin selaku narasumber menyapa peserta kuliah dengan salam. Dan beliau juga mengungkapkan tentang motto hidupnya “ Bermanfaatlah untuk sesama”. Kali ini narasumber akan menyampaikan materi tentang “ Belajar, Belajar dan Belajar Menulis Setiap Hari”.

Dr. Uswadin, mengawali penyampaian materinya dengan mengatakan bahwa beliau selalu mencatat / menulis ide-ide yang datang / muncul dalam sebuah catatan / buku kecil sebelum ide itu hilang, dan nantinya akan menuliskannnya menjadi sebuah tulisan yang lengkap. Ide itu akan datang / muncul setiap saat, kapan saja, di mana saja, oleh karena itu harus selalu sedia buku kecil dan ballpoin untuk menuliskannya. Selanjutnya jika sudah mendapat poin-poin penting, sewaktu-waktu kita sudah dalam kondisi / suasana yang tepat, kita kembangkan menjadi sebuah tulisan yang lebih lengkap. Berikut contoh catatan kecil dari Dr. Uswadin ketika ide muncul di benak beliau :





Dari contoh catatan kecil tersebut akhirnya menjadi sebuah tulisan berikut :

1.    Adanya sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah karena Allah SWT. akan memberikan hikmah di dalamnya. Allah telah berfirman dalam kitab suci yang artinya : Tidak ada sesuatu yang sia-sia dari penciptaan Allah (QS 3: 191). Allah berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di bumi ataupun di langit, karena Dia adalah maha berkehendak (QS 85:16). Peristiwa terjadinya Corona Virus di daerah Wuhan China di penghujung tahun 2019 dan akhirnya melebar hampir menyentuh seluruh negara di dunia sehingga menjad wabah pandemik yang dikenal dengan Pandemik Covid-19.
Wabah virus Corona telah merubah dunia secara mendadak, suasana keramaian yang semula terjadi di seluruh belahan dunia menjadi kesunyian yang merata, aktivitas sekolah dan perkantoran di rubah menjadi bekerja dan belajar di rumah, perusahaan dan industri terpaksa berhenti sesaat, dan beberapa berdampak lahirnya pemutusan hubungan kerja (PHK), pertumbuhan ekonomi melambat dan berimbas kepada menurunya kemampuan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah. Bahkan aktivitas keagamaan yang sakral pun yang semula dilakukan di tempat ibadah dilaksanakan di rumah. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan belajar di rumah (work from home and home  learning).
Kebijakan social distancing dan physical distancing yang diterapkan dengan adanya karantina wilayah atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah penularan telah diterapkan di berbagai daerah. Karena pola penyebaran virus ini sulit dideteksi sehingga menghindari kontak langsung dengan orang lain pada saat sekarang sangat disarankan. Semua orang mempunyai potensi untuk menularkan virus ini, karena penyakit ini kadang ditularkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang telah berinteraksi dengan orang yang terpapar virus. Penyakit ini memang tidak memandang strata sosial, pejabat tinggi atau rakyat biasa, ras, negara, bahkan agama, semua memiliki potensi yang sama terpapar. Negara-negara maju dan terkenal bersih di Eropa dan Amerika-pun tidak luput dari virus ini. Bahkan menurut data Worldometer per 24 April 2020 pukul 00:31 GMT, Amerika menjadi episentrum wabah ini karena korban yang sangat banyak dan jumlah positif mencapai 879.598 kasus, meninggal 49.812 dan sembuh 85.679 orang.(https://www.worldometers.info/coronavirus/country/us/).
Kebijakan-kebijakan strategis telah diambil oleh pemerintah negara-negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia untuk dapat menekan penyebaran virus corona dan mengatasi dampak-dampak yang timbul dari akibat virus. Beberapa langkah tersebut antara lain menerapkan PSBB, menetapkan Work From Home, belajar di rumah (home learning), menyiapkan Rumah Sakit Darurat, Pembatasan angkutan umum, keharusan menggunakan masker, memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak, dan yang terakhir adalah pelarangan mudik menjelang lebaran yang merupakan tradisi turun temurun di Indonesia.
Hal-hal di atas merupakan dampak-dampak yang muncul karena adanya wabah virus Corona ini. Namun dibalik itu semua ternyata ada dampak-dampak positif yang ditimbulkan oleh adanya virus corona ini bagi manusia, bumi dan alam semesta. Beberapa dampak positif atau hikmah yang muncul antara lain:
-    Lahirnya kembali kesadaran akan pentingnya peran pendidikan di keluarga, bahwa peran orangtua dalam mendidik anak, adalah kewajiban yang utama dan pertama.
-    Kedekatan dan keakraban keluarga semakin erat, dalam kondisi biasa, anak-anak kurang mendapat perhatian orangtua karena kesibukan orangtua di luar rumah untuk mencari penghasilan/ berusaha. Namun dengan work from home, orang tua dapat menemani anak-anak dan bersama di rumah dalam waktu yang cukup lama.
-    Kesadaran kebersihan masyarakat semakin membaik dengan lahirnya kesadaran mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih, bijak pada saat batuk dan bersin serta adanya kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan serta penyemprotan disinfektan di lingkungan.
-    Adanya kesadaran dari masyarakat bahwa mendidik anak ternyata berat, banyak orangtua selama home learning merasa kesulitan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Mereka ingin segera kondisi normal sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah dan belajar di sekolah. Demikian pula dengan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena bisa bertemu dengan kawan-kawan, guru dan lingkungan yang lebih luas.
-    Guru-guru menjadi akrab dengan teknologi untuk pembelajaran, yang semula belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi dan beberapa tools untuk e-learning atau menggunakan gawai untuk pembelajaran maka sekarang hampir semua guru menjadi akrab menggunakan perangkat tersebut, ada yang menggunakan aplikasi dari google, ada zoom cloud meeting, web sekolah, whats app group, email dan lain-lain. Tuntutan pelayanan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama Belajar dari Rumah (BDR) maka guru mau tidak mau harus menggunakan TIK dalam pembelajaran.
-    Polusi udara di kota-kota besar dunia menurun dan udara lebih sehat dan bersih. Beberapa negara di dunia dilaporkan bahwa kualitas udara dengan kebijakan work from home yang membatasi aktivitas manusia. Menurut data Satelit Copernicus Sentinel-5P baru-baru ini memetakan polusi udara di Selruh Eropa serta China mengungkapkan adanya penurunan yang signifikan dalam konsentrasi nitrogen. (liputan6.com)
-    Bumi semakin menjadi lebih baik karena getaran bumi semakin berkurang. Dikutip detikINET dari CBS, periset yang memantau pergerakan Bumi menyebut bahwa disetopnya sistem transportasi, bisnis dan kegiatan manusia lain berkolerasi dengan getaran Bumi lebih rendah dari biasanya.
-    Menurunnya emisi gas rumah kaca dan perbaikan lapisan Ozon. Sebagaimana dilansir dari Tehran Times, sejak awal 2020, banyak orang mengalami hal tak terduga. Untuk pertama kalinya secara berturut-turut, emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut secara drastis telah menurun. Keadaan tersebut membuat emisi gas rumah kaca pada Maret 2020 menjadi sama kondisinya dengan 1990-an, yaitu 30 tahun yang lalu. Menurut Darvish, menurunnya pergerakan manusia di alam dan lingkungan luar ruangan secara signifikan mulai mengurangi jumlah polusi suara dan gempa bumi. ( https://www.kompas.com/global/read/2020/04/22/064100670/bumi-rayakan-kondisi-terbaiknya-di-tengah-wabah-virus-corona?page=all.)
-    Satu hal yang baik dari adanya musibah corona adalah, munculnya solidaritas sosial yang tumbuh di kalangan masyarakat. Kesadaran berbagi kepada yang membutuhkan muncul di berbagai komunitas dan masyarakat. Ada pesan yang menarik dari peristiwa ini, walaupun fisik berjauhan namun hati dan perhatian selalu dekat.
-    Kesadaran membantu para petugas kesehatan yang dilakukan oleh beberapa kalangan masyarakat karena adanya kesadaran bahwa para petugas kesehatan adalah garda penting dalam mengatasi dan menyembuhkan wabah covid-19. Bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang semakin mahal harganya karena terbatasnya persediaan, bantuan masker serta hand sanitizer sampai kepada bantuan baerupa makanan dan minuman serta buah-buahan untuk mendukung stamina para petugas kesehatan. Kondisi ini baru terjadi saat adanya wabah virus corona ini, dan sebelumnya masyarakat sangat jarang membantu petugas kesehatan dalam kondisi normal.
Demikianlah beberapa hikmah yang dapat diambil dengan adanya wabah virus corona. Banyak kejadian yang menyedihkan namun tidak sedikit juga yang memberikan kabar kegembiraan dan kebaikan bagi kehidupan manusia pada masa mendatang. Yang utama bagi kita semua sekarang adalah, tetap berpikir positif, menjaga kesehatan, menggunakan masker jika keluar, jaga jarak dan lebih baik di rumah (stay at home and keep health), serta peduli dengan masyarakat yang membutuhkan.
Memasuki Ramadhan 1441 H marilah kita perbanyak berdoa kepada Allah swt agar musibah covid-19 ini dapat segera berlalu dari bumi tercinta, dan kehidupan dapat normal kembali dengan suasana yang lebih sehat, lebih peduli dan lebih bahagia. Pasti ada rencana Allah yang indah untuk kehidupan manusia yang akan datang. Inna maal usri yusro, wa inna maal usri yusro. Bersama kesulitan ada kemudahan dan bersama kesulitan ada kemudahan.

Woww, sungguh luar biasa apa yang dilakukan Dr. Uswadin.Dari mencatat hal-hal / poin-poin dalam buku kecil, akhirnya dapat tertuang menjadi sebuah karya yang penuh daya pikat untuk dibaca.

Menurut Dr. Uswadin, tulisan kita dapat dibagikan ke publik dengan melalui blog yang kita punya atau media sosial lainnya seperti facebook atau media online yang lain atau ke media cetak. Kita harus berani untuk mengirimkan tulisan kita ke media cetak atau media online. Jangan takut tulisan kita ditolak. Jangan pernah menyerah dan putus asa untuk mengirimkan tulisan kita agar dapat dibaca dan dinikmati banyak orang. Jika tulisan kita dimuat akan ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri di hati kita,  apalagi kalau tulisan kita dimuat di surat kabar yang sudah populer atau berskala nasional. Tulisan yang kita upload di media sosial / blog juga akan menjadi sumber informasi bagi diri kita juga orang lain. Jadi sesuai dengan motto hidup beliau bahwa bermanfaatlah untuk orang lain. Kalau tidak bisa dengan harta ya dengan tulisan-tulisan kita yang penuh pelajaran , wawasan atau informasi-informasi yang dibutuhkan orang lain, itu salah satu cara agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Berikut contoh tulisan beliau yang dimuat di media cetak :







2.   Contoh lain dari catatan sehari-hari beliau yang dikembangkan menjadi sebuah tulisan dengan judul “
*PESANTREN BAITI JANNATI*
Oleh : Dr. Uswadin
Ada yang menarik di awal-awal tahun 2020, tahun yang memiliki angka kembar yaitu duapuluh duapuluh. Peristiwa pulangnya santri dari berbagai pondok pesantren ke rumah masing-masing, bukan karena akhiru sannah atau akhir tahun, bukan pula karena libur tengah semester. Pesantren yang memulangkan santrinya pun bukan hanya satu atau dua pesantren saja, namun semuanya mulai pesantren yang dikenal di seluruh negeri maupun pesantren biasa.
Pesantren Tebu Ireng, Pesantren Gontor, Pesantren Assalam, Pesantren Daurut Tauhid, Pesantren Darunnajah, Pesantren Darul Quran dan deretan nama pesantren lainnya hampir semuanya memulangkan santrinya ke rumah masing-masing. Pemulangan santri ini dikarenakan adanya wabah virus corona (covid-19) yang mewabah di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pesantren mengambil kebijakan untuk mencegah terjadinya penularan dan pencegahan wabah ini maka semua santri dipulangkan. Hal ini seperti dilakukan sekolah-sekolah yang telah melakukan kegiatan belajar dari rumah atau home learning dengan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Aktifitas pondok pesantren yang biasanya ramai, sontak menjadi sepi. Kegiatan pengajian yang biasanya dihadiri oleh para santri dan warga sekitar menjadi sepi, kegiatan-kegiatan olah raga di lapangan sekitar pesantren pun tidak ada, aktivitas pondok dengan hiruk pikuknya santri yang berlalu lalang dan membaca kitab di sudut-sudut pondok juga lenyap, bahkan qiyamullail yang rutin dilaksanakan bersama-sama dengan ratusan santri menjadi hening seketika. Pondok pesantren sekarang ditinggali oleh beberapa pengurus yang menjaga dan mengisi kajian-kajian yang dilakukan secara daring atau online melalui sarana-sarana yang dimiliki dan dikuasai pesantren seperti media televise, radio, streaming youtube, facebook, atau menggunakan zoom dan google meet yang sekarang sedang marak digunakan oleh orang-orang.
Pulangnya santri dari pondok pesantren  kemungkinan akan berlangsung seiring dengan merebaknya wabah pandemi corona ini. Kita semua berharap wabah ini tidak berlangsung lama dan bisa segera hilang dari bumi tercinta ini, khususnya Indonesia. Dengan adanya para santri kembali ke rumah maka sekarang muncul adanya pesantren baru, yaitu Pesantren Baiti Jannati.
Pesantren Baiti Jannati adalah pesantren yang muncul di masa pandemic Covid-19 ini, rumah-rumah yang sangat jarang dijadikan tempat tarawih pada saat Ramadhan serentak diisi dengan kegiatan taraweh, hal ini dikarenakan adanya larangan shalat berjamaah di masjid dan mushola. Suasana shalat wajib menjadi tidak biasa, hampir selama lima waktu dilakukan oleh orang-orang di rumah dengan berjamaah. Apalagi rumah yang kedatangan santri dari berbagai macam pondok, maka suasananya akan lebih berbeda lagi. Kegiatan tadarus dan menghafal quran serta mengkaji kitab-kitab kuning atau kitab kajian lainnya dilakukan di sudut-sudut rumah atau kamar-kamar santri/ siswa.
Ayah yang menjadi kepala keluarga sekarang merangkap menjadi Kyai dan Imam di pesantren Baiti Jannati, demikian pula dengan Ibu yang sekarang menjadi Nyai di Pesantren yang sama. Pesantren Baiti Jannati akan lebih semarak apabila dilakukan tadarus bersama antara anggota keluarga, ceramah singkat dan bersama-sama untuk berlomba dalam kebaikan apalagi di bulan yang penuh berkah dan ampunan, yaitu Ramadhan 1441 hijriah ini.
Semoga Pesantren Baiti Jannati dapat dilakukan oleh semua keluarga walaupun dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Mungkin ada yang tidak maksimal karena kendala-kendala yang ada di masing-masing rumah tangga/ keluarga. Ayah tidak selalu harus menjadi imam, anak-anak laki-laki yang sudah dewasa atau baligh pun sudah bisa bergantian menjadi imam. Jika kita memanfaatkan keterbatasan-keterbatasan yang ada maka kendala apapun bisa diatasi. Tetap semangat dan tetap stay at home, semoga Covid-19 cepat berlalu dan pesantren-pesantren akan kembali hidup dan berjalan normal kembali.
Sumber: http://uswadinlabschool.blogspot.com/2020/04/pesantren-baiti-jannati.html

Menurut Dr. Uswadin, kita sebagai seorang guru kalau setiap hari terbiasa menulis , maka tulisan-tulisan kita akan dapat dijadikan buku-buku pelajaran yang kita ampu. Karena setiap hari kita menyampaikan materi-materi / hal-hal pembelajaran kepada siswa, maka akan lebih mudah menuliskannya menjadi sebuah buku. Dari ide-ide yang datang / muncul, kita juga dapat menulis syair lagu yang akan menjadi sebuah lagu yang dapat dinyanyikan.Silahkan dicoba, pasti bisa, imbuhnya memberi semangat untuk terus menulis.
Contoh-contoh judul –judul buku dari Dr. Uswadin :
Ketika ada pertanyaan –pertanyaan dari para peserta yang sangat antusias ingin mendapatkan tambahan wawasan , pengetahuan, ilmu dan pengalaman dari narasumber yang hebat, Dr. uswadin mengatakan bahwa hasil sebuah penelitian ilmiah juga dapat dijadikan sebuah buku populer kalau dilengkapi dengan data dan fakta hasil penelitian yang sudah valid. Jadi penelitian ilmiah dapat dijadikan tulisan populer dengan pengemasan tulisan  yang lebih mudah dibaca dan dipahami pembaca. Caranya antara lain sebagai berikut :
1. Mengambil latar belakang dari penelitian ditulis lagi di bagian pendahuluan dengan bahasa yang simpel saja. Bisa dipecah menjadi 2 bab.
2. Menyampaikan penemuan penting atau ide penting apa dari penelitian tersebut. Ini bisa di bagi menjadi 3 atau 4 bab.
3. Rekomendasi apa dari penulisan tsb dalam 1 bab.
4. Penutup atau kesimpulan jadikan 1 bab.
5. Tambahkan gambar atau foto atau data yg membuat tulisan
    menjadi lebih menarik.

Dr. Uswadin menyampaikan trik agar tulisan dapat mengalir dan mempesona, ketika ada pertanyaan tentang hal itu, yaitu :
-      Menulis ,menulis dan belajar menulis.
- Yang penting jangan  dipaksakan kalau sedang tidak mood. Suasana batin 
sangat mempengaruhi dalam menulis.
-      Sebelum di upload minimal dibaca lagi 3 kali  dan nanti kita akan menemukan kekurangannya, barulah diedit / direvisi. Atau kalau ada kawan yang mau membaca sebelum di upload, silahkan untuk berkomentar tentang tulisan kita.
-   Strategi yang dilakukan agar tulisan kita dapat dimuat di media cetak atau diupload di media online adalah memantas-mantaskan dulu tulisan kita. Jika sudah  dinilai layak maka akan diterima oleh redaksi / penerbit, karena kita juga bersaing dengan tulisan- tulisan orang lain.
-  Jika tulisan kita ditolak atau tidak diterima jangan  membuat kita putus harapan.Apalagi jaman sekarang semakin gampang untuk mengirim tulisan yaitu dapat lewat email.


Cara menuangkan ide
-  Menuangkan ide agar mengalir yang harus kita lakukan yaitu  membuat runtutan dulu dalam konsep-konsep  kita. Setelah kita anggap runtut baru dituangkan dalam tulisan.
- Setelah tulisan jadi kita baca, baca dan baca lagi,  kemudian tinggalkan / diamkan  beberapa waktu antara 1 sampai  2 jam barulah  kita ulangi untuk membacanya lagi. Dari pengalaman Dr. Uswadin, beliau menulis seperti contoh-contoh di atas tadi memerlukan waktu kurang lebih 4 jam dari konsep menulis, mengkoreksi hingga menjadi sebuah tulisan. Kemudian proses dari mendapatkan ide agar menjadi sebuah tulisan itu tergantung komitmen , kesempatan dan kemauan dari diri sendiri untuk segera menyelesaikannya.

Cara membangun kepercayaan diri dalam menulis, menurut Dr. Uswadin adalah terus saja menulis dan belajar menulis, lama-lama akan kita dapatkan kepercayaan diri untuk terus menerus menulis.
Kemudian untuk mengatasi blank/ mengalami jalan buntu / kehabisan ide dalam menulis, dr. Uswadin menyampaikan trik untuk mengatasinya yaitu :
-      Jika saat menulis nge-blank, maka kita perlu mengistirahatkan diri. Karena otak dan kemampuan kita juga mempunyai keterbatasan jadi perlu istirahat ( rest ) atau rilek dulu. Kalau sudah merasa fresh ( segar kembali ) tinggal melanjutkan menulis.
-      Jangan memaksakan diri menulis kalau lagi nge -blank karena akan membuat stress sendiri.
-      Jadikan menulis sebagai hiburan. Untuk konsisten menulis setiap hari  memang berat, maka jangan memaksakan diri kalau memang kita belum ada ide. Dan  menuliskan hal-hal yang sudah biasa ditulis akan  membuat pembaca bosan untuk membacanya.
- Sering-seringlah membaca tulisan orang-orang yang bagus sehingga terpengaruh dan terbawa bagus tulisan yang kita hasilkan.
-  Berlatih, berlatih dan berlatih.  Minta saran dari orang lain agar tulisan kita menjadi lebih bagus.
-      Jangan kalah sebelum mencoba.
-  Kita harus dapat mengambil momen-momen penting sehingga buku kita pas dan diperlukan orang.
-      Tetap optimis dan husnudzon kepada Allah, inna maal usri yusro wa inna maal usri yusro.
-      Tetaplah berusaha, dan Allah akan menghargai usaha kita dari jalan yang tidak disangka sangka.
-      Tetap belajar, belajar dan belajar menulis. Jika terbiasa  akan menjadi nikmat.
-      Jangan menyerah pada saatnya kita akan tersenyum dengan tulisan kita.

Dr. Uswadin juga menyampaikan bahwa jika banyak ide datang / muncul maka itu akan lebih bagus, artinya akan dapat ditulis menjadi banyak tulisan dengan sudut pandang tulisan yang berbeda-beda walau idenya hanya satu tema tapi dapat dibuat menjadi berbagai macam sajian tulisan. Contoh judul-judul buku beliau :



Kemudian Dr. Uswadin juga menyarankan dalam membuat blog dapat memanfaatkan sarana yang lain misalnya menggunakan wordpress untuk resep-resep, kompasiana untuk cerpen, blog untuk puisi dan lagu. Namun kendalanya kita harus sering mengunjungi akun-akun tersebut. Bagi penulis pemula untuk awal-awal cukup  satu blog dulu ,  jika tulisan-tulisan dalam blog kita menarik maka akan di baca orang. Dari situ kita akan dapat melihat statistik tulisan kita , berapa yang sudah membaca dan berkunjung ke blog kita dan darimana saja.

Dalam menulis fiksi itu perlu kreativitas dan imajinasi yang tinggi. Untuk membuat ending sebuah cerita / tulisan ada beberapa pendekatan, yaitu
1). Membuat  pembaca penasaran, ini berarti akan ada lahir
    tulisan berikutnya.
2). Pembaca sampai kesimpulan ini berarti ending bisa dibuat
     happy ending atau sad ending atau normal.
 3). Adakah pesan moral yang ingin disampaikan kepada
     pembaca. Tulisan belum sempurna kalau tidak ada
     penutupnya.

Untuk menimbulkan kreativitas kita dalam menulis memang  harus banyak membaca tulisan orang lain dan mencari literatur pendukung baik text book maupun dari internet. Kemudian kita ramu sesuai dengan kemampuan kita dan gaya menulis kita.

Trik-trik merangkai suatu kalimat untuk menulis adalah :
-       harus sesuai kaidah dasar bahasa Indonesia, ada SPO dan adanya keterpaduan dan keruntutan kalimat satu dengan yang lain. Hindari membuat paragraf panjang apalagi sampai satu halaman. Idealnya dalam 1 halaman ada minimal 2 sd 4 paragraf, sehingga pembaca tidak lelah. Dan untuk itu harus  dicoba terus dan terus di coba lama-lama  akan terbiasa.
-      dalam merangkai kalimat bisa dibantu dengan mengutip pendapat atau dari kitab suci atau dari teorisehingga dapat kita kembangkan lagi. Usahakan ada keruntutan atau kekoherensian antar kalimat, Insya Allah enak dibaca.
Mengakhiri materi kuliah hari ini Dr. Uswadin dan Om Jay selaku moderator mengharapkan jika masih ingin bertanya silahkan menghubungi narasumber via WA, dan pesan beliau kepada peserta kuliah selamat berbuka puasa,mohon maaf jika banyak kekurangan, dan  jangan pernah menyerah untuk dapat menulis sebagaimana ketika kecil tidak takut jatuh saat belajar berjalan, dan  semoga peserta kuliah Belajar Menulis Online  semua sukses, amiiin ya rabbal alamiiin.
Kemudian Om Jay mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan  terima kasih pada Dr.Uswadin, dengan harapan semoga kita semua semakin bertambah ilmunya dan sehat selalu. Aamiin.

                                   Gunungkidul, Rabu 22 April 2020
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUNGA RENGGANIS, MANIS

  BUNGA RENGGANIS, MANIS oleh : Enis Bunga rengganis ?? Apakah betul tanaman ini namanya bunga rengganis? Nama rengganis dari tanaman ini di...