Selasa, 02 Juni 2020

TEMPE BENGUK BACEM BIKIN HATI AYEM

OLEH : ENI SETYOWATI



Pagi ini, aku bangun telat alias terlambat. Rasa kantuk yang tadi malam pukul 1.30. menyerang hebat, tak mampu aku melawannya. Akhirnya aku terpapar sekarat. Ketika sayup-sayup kudengar adzan Subuh yang hampir selesai berkumandang dari masjid Kayuwalang arah barat, aku hanya mampu menggeliat. Rasanya mataku masih terasa berat. Tubuhku terasa penat ketika hendak kuangkat dari pembaringanku.Maklum sudah umur kepala empat. 

Namun akhirnya , aku njenggirat juga ketika perutku rasanya mulai minta diberi jatah walau hanya makanan sekerat. Astaqfirulloh ternyata sudah jam 6 lebih seperempat. Buru-buru aku menuju dapur, lalu ke kamar mandi . Dengan gayung yang berulang-ulang kuguyur ke badanku, akhirnya selesai sudah ritualku pagi ini sebagai seorang istri juga sebagai seorang ibu rumah tangga. 

Setelah kutunaikan kewajiban sebagai seorang hamba-Nya, kulipat sajadah dan rukuh dan kutaruh diatas kursi. 

Kemudian aku menuju, dapur, pikiranku , benakku diliputi dengan berbagai angan dan pikiran. Mau masak apa hari ini? Apa ada yang di masak hari ini? Aku merasa sudah kesiangan,  untuk pergi ke warung sayur membeli sayuran atau lauk. Otak kuputar cepat. Mengingat-ingat masih adakah stock makanan atau bahan makanan yang dapat disajikan pagi ini, setidaknya untuk sarapan dulu.
Sembari wira wiri , membuat nasi, mencuci piring gelas, dll, akhirnya aku teringat sesuatu.

Kubuka magic com kecil yang dulu sewaktu anakku masih kos di yogya , sering untuk membuat nasi.Namun kini sering kugunakan untuk memasak tahu, tempe, atau kadang daging  kalau pas ada rejeki. Dan kali ini magic com itu kugunakan untuk membacem tempe benguk. 

 Aku menuju magic com kecil yang kutaruh di atas lemari pendingin, namun sekarang sudah tidak dingin lagi.. alias sudah rusak tidak bisa berfungsi karena waktu Lebaran haji atau Idul Adha tahun lalu, aku pernah menyimpan daging perolehan kurban di freezernya. Begitu mau aku masak buru-buru ternyata dagingnya sudah berubah menjadi segumpal batu. Lalu aku sosrog dengan pisau tajam. Akhirnya...cuuuuuuuuusssssss, bocor... dan sampai sekarang tidak bisa dipakai lagi. Yah, memang sudah takdirnya  si lemari pendingin di rumahku umurnya sampai segitu.

Sekarang kembali ke cerita tentang tempe bacem. Kemarin sewaktu di sekolah, Bu Jay yang ibuknya selalu kreatif membuat berbagai jajanan, baik itu gorengan, tempe, atau yang lain, bapak ibu guru SD Wiladeg berramai-ramai membeli dan memborong jajanan / panganan ibuknya Bu Jay, Si Pendekar Ayu itu. Karena yang seharusnya makanan jajanan hasil olahan dan kreasi Ibunya Bu Jay dipasarkan di pasar wage Bejiharjo. Namun ternyata wilayah Kelurahan Bejiharjo terutama bagian selatan sedang di Lock Down karena dinyatakan ada warganya yang positif terpapar  corona virus. 

Ikut prihatin, semoga tidak menyebar kemana-mana, dan segera mendapatkan penanganan yang semestinya, dan sembuh seperti semula, sehingga masyarakat sekitarnya akan dapat hidup dengan nyaman. 

Akupun ikut-ikutan membeli tempe benguk hasil kreativitas ibunya Si Pendekar Ayu. Tidak banyak , hanya beberapa rupiah saja, untuk memenuhi rasa kepingin .  Inilah tempe benguk yang kemarin masih berselimut dengan penuh kehangatan, tapi kini sudah kubuka selimutnya dan kujadikan tempe bacem yang menjadi hidangan pagiku, hari ini. Tempe bacem yang membuat hatiku ayem, karena tenyata aku masih punya sesuatu, untuk dimakan. 

Terima kasih Ibunya Bu Jay, seorang wanita yang penuh kreativitas dan tangguh luar biasa, senantiasa berkarya demi tetap menikmati indahnya hidup bersama anak cucu tercinta. Semoga selalu sehat dan terus berkreasi melestarikan makanan dan masakan tradisi budaya sendiri. 

Terima  kasih, Ya Alloh atas rezeki tempe benguk hari ini, yang membuat hatiku ayem karena masih ada yang dapat kukunyah untuk menyiapkan tenaga / energi menghadapi aktivitas hari ini. 


Sebelum dimasak


Sesudah dimasak


Gunungkidul, Rabu, 3 Juni 2020


SD WILADEG SYAWALAN DI TENGAH PANDEMI

OLEH : ENI SETYOWATI



Selasa, 2 Juni 2020, semua guru dan karyawan SD N Wiladeg Karangmojo, berkumpul di sekolah. Bukan berarti ingin menyalahi aturan yang saat ini sedang diberlakukan kembali oleh pemerintah propinsi, kabupaten maupun dinas pendidikan, dengan tidak mematuhi peraturan Gubernur seperti yang disampaikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana X, tentang perpanjangan BDR ( Belajar Di Rumah ). Tapi bapak ibu guru karyawan karyawati datang di se kolah karena dengan berbagai alasan yaitu : Syawalan dan Musyawarah Sekolah.

Selasa pagi, disaat mentari kembali menyinari bumi dengan cerah dan indah,  satu persatu bapak ibu guru akhirnya rawuh juga di sekolah tercinta.  Setelah semuanya berkumpul, dan dirasa cukup untuk saling berbagi, saling curhat, saling ngobrol dan berbincang, saling alam-alaman ( bahasa jawanya ), akhirnya Pak Ustadz Haryono, menyela" diskusi santai " alias obrolan-obrolan ringan bapak ibu guru karyawan karyawati yang memang sudah kangen karena sudah 2 bulan lebih bahkan mungkin 3 bulanan tidak dapat bertemu setiap harinya, tidak dapat ngobrol , dll seperti sebelum adanya pandemi corona .  

Pak Ustadz Haryono ,mewakili teman-teman  ngendika, matur kepada Ibu Kepala Sekolah tentang maksud dan tujuan pada  pagi hari itu . Yaitu bahwa di bulan syawal tahun ini mewakili teman-teman, selama bersama  sebagai rekan kerja , sebagai anak buah,  selama bergaul baik secara  kedinasan maupun secara pribadi , di luar kedinasan , banyak salah dan khilaf mohon maaf lahir batin. 

Kemudian Ibu Kepala Sekolah Ibu Suparmiasih, menanggapi dengan gaya bicara beliau yang santun, halus tutur katanya,  beliau juga ngendika jika selama berada di SD Wiladeg, selama bersama dan sebagai orang tua atau yang disepuhkan di SD Wiladeg ada salah  kata, ucapan, tindakan maupun kebijakan yang tidak berkenan di hati bapak ibu guru semuanya, mohon maaf lahir batin. Dan semoga bapak ibu guru dan karyawan karyawati beserta keluarga selalu dilindungi Tuhan selalu dalam keadaan sehat dan bahagia . 

Dan inilah 2 poin pertemuan / acara tersebut  :

1. Syawalan

Seperti sudah menjadi tradisi yang membumi di Indonesia, bahwa syawalan merupakan salah satu agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh hampir semua instansi,  lembaga baik itu pemerintahan, swasta, dari rakyat biasa sampai pejabat, dari berbagai keluarga, trah,perkumpulan, dan sebagainya. Setiap tahun, tepatnya bulan Syawal sesudah libur lebaran Idul Fitri,pasti diadakan acara syawalan. Kecuali tahun ini pelaksanaan syawalan ditiadakan sesuai himbauan dan seruan pemerintah yang masih menerapkan social distancing sebagai upaya pencegahan atau untuk memutus rantai penyebaran COVID 19. 

Adapun maksud dan tujuan syawalan sangat bagus. Yaitu mempererat tali silaturahmi, mengukuhkan ukhuwah islamiyah, saling memaafkan antara yang satu dengan yang lain karena sebagai manusia biasa yang tak sempurna, pasti selalu dihinggapi salah dan khilaf entah sengaja maupun tidak disengaja. Dan di bulan baik tersebut adalah momentum yang tepat untuk saling bertemu, bersilaturahmi saling memaafkan setelah sekian lama tidak bertemu karena libur hari raya. Dan terutama saat ini sudah lama tidak bersama-sama, tidak bertemu, hanya lewat dunia maya, karena adanya pandemi corona yang masih merajalela. 

Dan kita semua harus yakin bahwa wabah corona pasti akan segara sirna dari jagat raya. Kita sebagai manusia harus senantiasa berdoa tanpa jeda memohon pertolongan dan perlindungan-Nya semata. Janji-janji Alloh itu pasti, seperti dalam Firman-Firman-Nya. Yang tersirat diantaranya bahwa " 
- Dibalik kesulitan pasti akan ada kemudahan. 
- Tuhan tidak akan memberikan cobaan atau ujian      kepada manusia diluar batas kemampuan hamba-     hamba-Nya.
-  Semua yang terjadi di muka bumi adalah atas izin
   Alloh , atas sepengetahuan Alloh. 
- Bahwa Alloh menimpakan berbagai macam                penyakit, pasti ada obatnya karena Alloh adalah        Maha Penyembuh. Dan masih banyak ayat-ayat lain yang luar biasa untuk direnungkan dan diamalkan.

Yang terpenting kita harus selalu yakin bahwa Alloh adalah Maha Segalanya. Alloh Maha Kuasa atas semua yang terjadi di dunia. Kita sebagai umat-_Nya harus senantiasa sabar, tegar, tawakal, ikhtiar dan berdoa  .Insya Alloh semuanya akan kembali seperti sedia kala. 

2. Koordinasi / Musyawarah Sekolah 
  dalam pertemuan hari Selasa 2 Juni juga dibahas,   atau dimusyawarahkan beberapa hal diantaranya :

- Tentang seputar kelulusan kelas 6, perekapan nilai kelulusan, penulisan ijazah, perpisahan atau kenangan-kenangan,dan lain-lain.
- Tentang bapak ibu guru PNS yang usul PAK, agar segera dibereskan dan di selesaikan jika masih ada kekurangan.
- Tentang pelaksanaan PAT akhir tahun bagi kelas 1 - 5, seputar pembuatan soal PAT, pendistribusian soal, penilaian raport semester 2, tentang penerimaan raport, dan lain-lain.

Inilah beberapa foto kegiatan dan kesibukan bapak ibu guru karyawan karyawati pada acara syawalan  Selasa 2 Juni 2020  dengan hidangan seadanya hasil rembugan dan umbukan yang dipimpin oleh Ibu Rubinem, S.Pd. dkk.




Bapak Ustdaz Haryono mendengarkan dengan penuh perhatian wejangan dari Ibu kepala sekolah ketika memberikan pangandikan di hadapan bapak ibu guru karyawan karyawati. 


Saat pandemi bersyawalan pun, tak mengurangi aktivitas Si Selebritis Fenomenal dari Kupang untuk berselfi ria.... 

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat untuk arsip, cerita hidup kita di masa-masa mendatang. 

Gunungkidul, Selasa, 2 Juni 2020

Minggu, 31 Mei 2020

PANCASILA TETAP SAKTI DI TENGAH PANDEMI

OLEH : ENI SETYOWATI, S.Pd.



Hari ini, Senin, 1 Juni 2020. Kurang lebih tujuh puluh lima ( 75 ( tahun ) yang lalu, dasar negara kita Pancasila diuji kesaktiannya. Dan pemerintah menetapkan bahwa tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila. Penetapan pemerintah tersebut berdasarkan pidato yang disampaikan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka , Bandung. Dan setiap tanggal 1 Juni, ditetapkan dan diperingati sebagai libur nasional yaitu sebagai Hari Lahirnya Pancasila. 

Perumusan konsep dasar negara memang melalui proses yang cukup alot dan panjang dengan memperhatikan berbagai pertimbangan dengan disesuaikan situasi dan kondisi serta keadaan pada saat itu. 

Proses penetapan dasar negara Pancasila ,mula-mula diusulkan oleh seorang tokoh bernama Mohammad Yamin dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945. Mohammad Yamin mengusulkan dasar negara yang terdiri dari 5 peri yaitu :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Peri Kesejahteraan Rakyat.

Kemudian tokoh lain yang bernama Mr.Soepomo juga mengusulkan dasar negara yang terdiri dari 5 hal atau poin yaitu :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Mufakat dan Demokrasi
4. Musyawarah
5. Keadilan Sosial

Selanjutnya Ir. Soekarno juga mengusulkan rumusan dasar negara yang terdiri dari 5 poin juga sebagai berikut :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa. 


Kemudian Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, mengusulkan nama untuk dasar negara kita dengan nama  Pancasila. dari ketiga rumusan usulan tentang dasar negera tersebut dimusyawarahkan dan ditata, dikaji ulang lagi hingga menghasilkan rumusan Pancasila seperti yang sekarang kita kenal dalam sila-sila yang tersurat di dalam rumusan dasar negara kita tersebut. Maka sejak saat itu , setiap tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila. 

Bung Karno, selalu beramanat bahwa agar bangsa Indonesia selalu ber-Tuhan dengan mengedepankan sikap toleransi dan solidaritas diantara sesama anak bangsa sebagai warga negara Indonesia. Dan agama harus dijalankan secara berkeadaban, saling menghormati antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama yang lain sehingga akan tercipta kerukunan hidup berbangsa dan bernegara. 

Kemudian disusul sila-sila berikutnya tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, merupakan sila-sila dalam Pancasila yang menjadi pondasi hidup bangsa Indonesia.

Pancasila mengandung nilai dan prinsip-prinsip kemanusiaan sekaligus keadilan sosial. Nilai-nilai tentang sosialisme dan liberalisme juga seirama berdampingan hidup di bumi kita. Dan itu menjadi pertanda bahwa bangsa Indonesia sejatinya adalah bangsa yang tidak berpihak ke salah satu golongan. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang netral, selalu berada di tengah-tengah, tidak condong ke salah satu paham. Namun semua dianut secara bijak disesuaikan dengan jati diri bangsa Indonesia.

Makna Peringatan Hari Kesaktian Pancasila atau Hari Lahirnya Pancasila di tengah Pandemi Corona

Dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang telah ditetapkan sebagai dasar negara kita, Indonesia, dan sudah hidup dan berkembang serta tumbuh dan tertanam lama dalam diri dan jiwa bangsa Indonesia maka nilai-nilai tersebut harus dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan nyata. Apalagi kini Indonesia tengah mengalami tragedi pandemi yang menggemparkan seluruh dunia. Tak terkecuali Indonesia juga mengalami dan merasakan dampak penyebaran virus corona yang bermula dari Wuhan , Cina tersebut. 

Di saat seluruh negara dilanda pandemi corona, Indonesia yang mempunyai dasar negara yang sakti berupa Pancasila, ternyata kembali diuji ketangguhannya. Saat ini berbagai lapisan masyarakat, berbagai kalangan, semua lini kehidupan tak terkecuali dunia pendidikan tengah mengalami krisis segalanya. Masyarakat,  dari rakyat kecil, menengah, hingga pejabat, semua dirambah oleh virus corona yang terus menggerus berbagai tatanan kehidupan. 

Rasa kemanusiaan, solidaritas, rasa simpati, kepedulian sosial, kepekaan sosial, pengorbanan, dan nilai-nilai dasar yang selama ini tertanam dalam jiwa bangsa Indonesia , kini dihadapkan kembali pada ujian berat.
Namun, ternyata nilai-nilai Pancasila itu memang telah mengakar kuat dalam jiwa-jiwa manusia -manusia Indonesia. 

Sekalipun pemerintah menerapkan social distancing, PSBB, dan upaya-upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid 19, ternyata kepedulian, rasa kemanusiaan, solidaritas, dan nilai-nilai Pancasila tetap ada dan diwujudkan dengan tindakan-tindakan nyata rakyat, masyarakat dengan ikut serta, ambil bagian dengan menyumbangkan harta, tenaga, pikiran waktu bahkan puluhan jiwa para dokter dan petugas medis harus berjatuhan demi menolong sesama  untuk melawan serangan corona.

Dan itu menunjukkan bahwa  Pancasila memang benar-benar ampuh sebagai dasar negara Indonesia. Untuk itulah peringatan hari lahirnya Pancasila di tanggal 1 Juni 2020 ini jangan hanya dijadikan sebagai kegiatan seremonial belaka. Jangan hanya dijadikan sebagai teori saja tetapi marilah nilai-niai dan prinsip-prinsip dalam kelima sila dari Pancasila tersebut diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi d tengah pandemi ini.

Semangat ber-Pancasila dari sila pertama sampai sila kelima harus kita bumikan lebih dalam lagi. Harus kita gaungkan ke antero penjuru negeri. Agar kesaktiannya tetap ampuh, untuk mewujudkan cita-cita para founding fathers yang telah mendirikan dan merintis serta merumuskan dasar negara kita yang bertujuan untuk selalu berketuhanan, selalu memiliki jiwa kemanusiaan yang besar, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan mewujudkan rasa keadian seluruh rakyat.

Dengan peringatan hari lahirnya Pancasila di tahun ini, di tengah pandemi corona virus ini, mari tetap kita rawat, kita jaga, kita gaungkan nilia-nilai moral yang ada di dalam sila-sila Pancasila sebagai dasar , sebagai pondasi berkehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia agar tetap kukuh, tegak , tegar dan terpatri dalam jiwa-jiwa manusia Indonesia.

Selamat Hari Lahir Pancasila, Tetaplah Sakti Menjaga Ibu Pertiwi di Tengah Pandemi.

Gunungkidul, Senin 1 Juni 2020


SELEBRITIS YANG AGAMIS MASUK SEKOLAH

OLEH : ENI SETYOWATI



Wanita beriman, bijak, cerdas, pintar dan terampil siap mengembangkan talentanya di berbagai bidang

( itu pesan tertulis dari si selebritis di WA tadi malam )

Maaf Mrs. Emilia, ternyata tadi malam artikel singkat tentang dirimu, belum sempat aku publish, karena kuota habis, hehehe

Woowww.....SD Wiladeg memang nyentrik. Pantas kalau SD Wiladeg mendapat sebutan sekolah favorit , terutama di wilayah Kecamatan Karangmojo. Mengapa? Selain berbagai prestasi yang telah ditorehkan SD N Wiladeg, juga kompetensi dan potensi para warga sekolah yang begitu luar biasa baik dari pendidik, tenaga kependidikan maupun peserta didiknya.
Ternyata di SD Wiladeg memang ada selebritis kelas dunianya. Selebritis yang fenomenal. Siapa dia ? 

Namanya Emilia Sabu. Lahir di era 70-an. Suaminya bernama Pak Meno. Dikaruniai 2 orang anak, Roy ( kuliah ) dan Beca (SMA). Beliau berasal dari Kupang, NTT. Kini beliau tinggal di daerah Wonosari. Beliau, si selebritis yang juga Guru Agama Katolik di SD N Wiladeg ini , telah lama berada di Jawa, khususnya di Wiladeg, Karangmojo tempatnya membagikan ilmu agamanya kepada para anak didiknya. 


Selebritis SD Wiladeg yang tengah berpose dengan senyum ceria yang mengembang dari bibir seksinya yang ranum . Beliau menuliskan pesan bahwa " Hati yang gembira adalah obat yang manjur ".

Tepat apa yang Bu Emilia bilang, bahwa senyum memang ibadah. Senyum dapat membuat hati orang lain menjadi bungah dan sumringah. Maka tersenyumlah dalam keadaan apapun juga, sekalipun hati kita menangis. Karena dengan bersedekah senyum sudah membuat dunia menjadi indah dan akan meninggalkan pahala tersendiri bagi kita. Jika kita hanya mempunyai senyuman, maka berikan senyuman terindahmu, itu adalah kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada tara".



Ibu Emilia Sabu, selebritis yang fenomenal, juga mengirimkan pesan singkat lagi, bahwa beliau sebagai seorang umat beragama selalu siap melayani dengan sepenuh hati...


Bersantai dan menyenangkan hati teman, adalah sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita. 
Pertemanan , persahabatan, persaudaraan memang harus senantiasa kita jalin. Agar menjadi jalinan ikatan yang kukuh, sehingga akan menimbulkan sebuah bangunan hubungan, komunikasi yang kuat dan bakuh, sebagai modal terciptanya kerukunan di antara manusia Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari berbagai latar belakang budaya, latar belakang tempat / keadaan geografis yang beraneka, suku, ras, golongan, agama yang berwarna. Dan jika jalinan itu sudah tertanam dengan kuat dalam diri dan jiwa manusia akan tercipta kerukunan, kedamaian, di bumi nusantara tercinta.



Beliau Ibu guru " selebritis " yang agamis itu menitipkan sebuah ayat dalam Amsal 17 :17 
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran "

Mari kita renungkan, kita resapi dan kita rasukkan dalam hati.  Dan kita terapkan dalam kehidupan nyata tentang makna yang tersirat dari ayat tersebut. Semoga dapat membawa kita semua menjadi lebih baik dari hari kemarin, dan hari esuk kita akan lebih bijak dalam berpikir dan bertindak. 

Semoga Bu Emilia dan keluarga senantiasa di rengkuh oleh Tuhan dalam kedamaian, dan kebahagiaan lahir batin. Amin

  Gunungkidul, Akhir Mei 2020


USTADZ YANG " NJAWANI "

OLEH : ENI SETYOWATI


Masih lagi ada sisi-sisi unik dan menarik dari SD Wiladeg. Inilah sosok ustadz yang njawani, dengan pakaian adat jawa. 

Dan yang satu ini adalah tentang seorang guru agama Islam. Namanya Haryono,S.Pd.I. Beliau berasal dari Banyusoco, Playen, Gunungkidul. Namun setelah menikah dengan wanita pilihannya yang asli Semanu, maka kini beliau tinggal di Semanu. 

Pak Haryono, dikarunia 2 putra yang masih kecil. Pak guru agama ini oleh Ibu Emilia Sabu guru agama Katolik, dipanggil dengan Pak Ustadz.

Pak Ustdaz yang bertubuh jangkung dengan segelintir kertas berisi racikan daun tembakau selalu terselip di bibirnya, kala jam-jam mengajar selesai atau di kala ada kesempatan. Dan hal itu dilakukannya dengan mengisolasi diri di dapur sekolahan, yang berada di belakang, sepi dari jangkauan....hahaha.

Maaf Pak Ustadz Har....sekedar intermezo agar pada tersenyum biar tidak cepat tua...

Uztadz Haryono, seorang ustadz yang njawani, kini juga sebagai seseorang yang selalu dibutuhkan karena beliau beruang. Maklumlah beliau sekarang menyandang gelar sebagai bendahara BOS di SD Wiladeg. Juga peran-peran lain yang diembannya. 

Semoga Ustadz Har selalu diberikan kesabaran, ketegaran, kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah yang dipercayakan kepada beliau. 

Gunungkidul, 31 Mei 2020

SI MUNGIL YANG CEKATAN

OLEH : ENI SETYOWATI


Si mungil yang cekatan adalah sebutan yang cocok untuk Mbak Katarina Indra Susanti. Dialah tenaga adiministrasi sekaligus operator sekolah. Yang pekerjaannya luar biasa sibuk setiap harinya.

Wanita mungil ini asli Kelor, namun sekarang tinggal di Ponjong, ikut suaminya. Mbak Indra dikaruniai putri kembar yang masih balita. Namun walaupun repot luar biasa dengan pekerjaan dan tugas-tugas administrasi di sekolah SD N Wiladeg, mengurus putri kembarnya, tak pernah menyurutkan niat dan langkah Mbak Indra untuk mencoba mencari rezeki lain sebagai sampingan. Wanita bertubuh mungil ini dapat dikatakan sebagai tulang punggung keluarganya. Dia juga berbisnis online . Segala macam yang dapat dijual online dan dibutuhkan orang, maka kesempatan itu selalu dengan cekatan diambilnya, dijalani dengan gigih dan tanpa rasa malas.

Semoga bisnisnya lancar dan tugas-tugas sekolah tetap dapat diselesaikan dengan penuh kesuksesan.

Gunungkidul, 31 Mei 2020



SUWARMAN, GURU AGAMA YANG PENUH PENGORBANAN

OLEH : ENI SETYOWATI




Bapak Suwarman, A.Md. adalah seorang guru agama Kristen di SD N Wiladeg. Beliau ternyata mempunyai saudara kembar seperti dalam foto di atas. Pak Warman, panggilannya, mempunyai seorang istri dan dikaruniai 2 orang putri yang sudah SMA dan yang kecil masih SD mau masuk SMP tahun ajaran baru 2020 / 2021 ini. 

Pak Warman penuh dedikasi tinggi selalu mengabdikan dirinya untuk membantu gereja, dengan menyampaikan ajaran-ajaran agama kristen kepada para siswa di SD Wiladeg ini, yang masih masuk dalam wilayah pembinaan gereja kristen jawa panthan Wiladeg . 

Beliau adalah pejuang tangguh. Beliau selalu rela berkorban waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengajar para siswa dengan mempersembahkan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain. Semoga hidup Pak Warman senantiasa dianugerahi kemudahan dalam segala urusan, kebaikan dan kedamaian bagi keluarga dan sesama.

Gunungkidul, 31 Mei 2020