Rabu, 28 Oktober 2020

BARA SEMANGAT SUMPAH PEMUDA DI MASA CORONA

 OLEH : ENIS



Sekilas Peristiwa Sumpah Pemuda 

Sumpah Pemuda merupakan peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa ini merupakan salah satu dari banyak peristiwa bersejarah yang mewarnai bumi pertiwi. Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan kejadian penting bagi bangsa kita, Indonesia tercinta.

Peristiwa Sumpah Pemuda menjadi suatu momen atau kejadian yang dapat menyadarkan masyarakat Indonesia, bahwa kala itu , sembilan puluh dua tahun silam tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, telah diucapkan ikrar atau janji atau sumpah dari para pemuda Indonesia. 

Para pemuda yang berjanji atau bersumpah  berasal dari berbagai daerah di seluruh wilayah nusantara . Dari Sabang sampai Merauke.Para pemuda dengan penuh semangat meneriakkan sumpah bersama. Agar dapat lepas dari belenggu penjajahan bangsa asing yang telah lama memborgol kemerdekaan hakiki bangsa ini.

Makna dari peristiwa bersejarah tersebut harus makin menyadarkan pada kita semua warga negara Indonesia terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan untuk melawan penjajah kala itu.

Dengan kesadaran dari warga negara /masyarakat Indonesia akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa , maka mendorong semangat para pemuda dari berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia untuk mengedepankan dan mengambil tindakan dengan jiwa patriotisme.

Jiwa patriotisme yaitu merupakan paham / keyakinan diri yang sejati akan jati diri / identitas diri sebagai sebuah bangsa yang besar dan bermartabat. Merupakan sebuah paham atau keyakinan diri akan cinta tanah air, cinta pada bangsa dan cinta negara yaitu Indonesia. 

Peristiwa Sumpah Pemuda didorong situasi dari penjajahan Belanda yaitu adanya larangan untuk melakukan kegiatan organisasi. Dari situasi tersebut semakin mendorong para pemuda berdatangan dari penjuru negeri untuk berkumpul di Jakarta. Para pemuda Indonesia dari berbagai penjuru itu mengadakan Kongres Pemuda pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 yang melahirkan peristiwa Sumpah Pemuda.

Peristiwa Sumpah Pemuda tersebut akhirnya dapat menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, bahwa betapa pentingnya persatuan dan kesatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan yang hakiki bagi bangsa ini. 

Pada peristiwa 92 tahun silam itu, para pemuda dari berbagai penjuru negeri, berbeda suku, agama, ras, adat dan bahasa namun bertekad untuk bersatu dengan membacakan sebuah sumpah. Dimana sumpah ini merupakan ikrar atau janji dari para pemuda yang mewakili masyarakat Indonesia. Ikrar atau janji atau sumpah tersebut yaitu tekad untuk bersatu mewujudkan dan membentuk sebuah negara yang merdeka dan terbebas dari belenggu penjajahan bangsa asing. 

Adapun sumpah setia atau janji atau ikrar dari para pemuda Indonesia kala itu yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. Isi atau bunyi Sumpah pemuda sebagai berikut :

  • Pertama : Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia.
  • Kedua : Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  • Ketiga : Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan , bahasa Indonesia.
Pada peristiwa pengucapan sumpah tersebut , juga dinyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman untuk pertama kalinya. Dan hal ini yang semakin meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa di kalangan para pemuda untuk segera membentuk sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Akhirnya setelah peristiwa proklamasi kemerdekaan, lagu ini menjadi lagu kebangsaan Indonesia.

Bara Semangat Sumpah Pemuda di Masa Corona

Kini  dunia tengah dilanda wabah. Wabah yang berupa pandemi corona virus 2019 ( covid-19). Kehadiran pandemi ini mewabah hampir ke seluruh negara yang ada di muka bumi ini, termasuk  Indonesia juga terdampak oleh corona. 

Berbagai lini kehidupan terkena imbasnya. Kehadiran corona yang begitu cepatnya menyebar , hampir meluluhlantakkan bidang ekonomi,  politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, industri, tak terkecuali bidang pendidikan, begitu terasa sekali. Semua tatanan kehidupan hampir berubah total. Namun , haruskah semua mesti kehilangan akal dan juga moral?

Tentu saja tidak. Semua kejadian atau peristiwa ini harus kita sikapi dengan lebih bijak. Artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini sudah ada yang mengaturnya, yaitu Dia lah Tuhan Yang Maha Kuasa atas segalanya. Segala yang terjadi di atas muka bumi sudah atas sepengetahuan dan seijin dari -Nya.

Peristiwa pandemi corona virus ini kita ambil hikmahnya. Hikmah dari ujian Tuhan ini adalah bahwa kita harus senantiasa mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan . Di saat ini , di masa pandemi covid-19 ini, kepekaan dan rasa kepedulian sosial teramat diperlukan. Rasa kemanusiaan terhadap sesama yang sedang dilanda musibah teramat dibutuhkan. Rasa saling bahu membahu, saling tolong, antar sesama teramat diutamakan. Rasa persatuan dan kesatuan untuk bersatu padu melawan penyebaran covid-19 mesti dikentalkan. 
Jangan saling menyalahkan, Jangan saling tuding. Jangan saling menghujat. Jangan saling mencari-cari kesalahan pihak-pihak lain. Saat ini apalagi di bulan Oktober bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, kita sebagai bangsa yang besar dan bermartabat harus mengukuhkan tekad, niat untuk mengobarkan bara semangat Sumpah Pemuda dengan sebenar-benarnya. Kita kencangkan ikatan rasa persaudaraan dan kerukunan agar dapat segera bebas dari lingkaran wabah yang masih merambah hampir semua wilayah di negeri ini. 
Persatuan dan kesatuan seperti yang pernah digelorakan oleh para pemuda bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari berbagai wilayah di seluruh penjuru negeri harus kita ikrarkan dalam diri sendiri, dan harus mengejawantah dalam perbuatan, tindakan , dan rasa simpati kita sebagai insan Ilahi dengan penuh rasa instrospeksi diri.
Agar bara semangat Sumpah Pemuda yang pernah digelorakan oleh para pemuda Indonesia kala itu, kini menjadi sebuah bara yang berkobar untuk bersama seia sekata memperbaiki keadaan dengan penuh rasa kesetiakawanan, kerukunan , persatuan dan kesatuan agar segala dampak yang diakibatkan oleh pandemi corona virus di negeri ini dapat terselesaikan dengan penuh kedamaian .  Dan virus-virus corona akan tertawan dalam bara semangat persatuan dan kesatuan dari semua anak bangsa  di negeri tercinta, Indonesia. Hingga kita semua dapat kembali bekerja, berkarya membangun dan memajukan bangsa  dengan suasana yang merdeka dari belenggu virus corona.

***

GK, 28 Oktober 2020


Senin, 26 Oktober 2020

MOBILE LEARNING SERVICE (MLS) DARI BTKP YOGYA

 OLEH : ENI SETYOWATI

Bimbingan Teknis (Bimtek ) Mobile Learning Servive (MLS) dari BTKP (Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan ) Yogyakarta dilaksanakan 2 hari yaitu Senin 26 Oktober - Selasa 27 Oktober 2020 .Materi yang disampaikan dalam Bimtek adalah Articulate Storyline.

Pelaksanaan Bimtek bertempat di SD N Wiladeg Karangmojo Gunungkidul. Adapaun pesertanya berjumlah 15 orang. Terdiri dari semua guru SD N Wiladeg Karangmojo , ditambah 4 guru dari SD imbas di Gugus Wiladeg Karangmojo yaitu masing-masing 1 orang guru dari SD N Bendungan 1, SD N Bendungan 2, SD N Bendungan 3, dan SD Slametan. Adapun tamu undangan yaitu pengawas TK SD Kecamatan Karangmojo, Ibu Nurhayati , M.Pd. dan Ketua Korwil Biddik Karangmojo, Drs. Tunjung Eka Putra,M.Pd..

Pada hari pertama Senin , 26 Oktober 2020 dengan susunan acara sebagai berikut : 

  • Pembukaan 
  • Sambutan Kepala Sekolah SD N Wiladeg
  • Sambutan Ketua korwil biddik karangmojo
  • Penutup
  • Pemaparan Materi Bimtek dari narasumber BTKP ( Pak Sigit Suryono, kepala BTKP Yogyakarta, Tim BTKP )
Jalannya Bimtek : 
Pembukaan di buka oleh Ibu Prapti Nurhayati,S.Ag. selaku pembawa acara dengan doa bersama pada pukul 09.30 WIB.

Sambutan dari ibu kepala sekolah , Suparmiasih,S.Pd. dengan ucapan syukur kepada Tuhan YME, ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Tim dari BTKP dan juga para peserta karena Senin 26 Oktober sudah hadir di aula SD N Wiladeg untuk mengikuti bimtek selama 2 hari tentang articulate storyline ( mengenal dan membuat media pembelajaran)  dalam PJJ di masa pandemi ini . Semoga kegiatan / pelaksanaan bimtek berjalan lancar dan membawa hasil yang baik sehingga nantinya bapak ibu guru yang mengikuti bimtek dapat membuat media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Sambutan Ketua Korwil Biddik Kecamatan Karangmojo , Drs. Tunjung Eka Putra,M.Pd.

Selasa, 20 Oktober 2020

UNTUKMU , PARA SANG GURU


 OLEH : ENI SETYOWATI

Sepenggal puisi untuk para guru.

“ Untukmu, Para Sang Guru “


Guru ….

Engkaulah inspirasiku,,,

Yang sosokmu selalu mengimajinasi

Mengilhami setiap detak dan detik  ilusi

Yang menghampiri …

 

Guru … .

Engkaulah pelitaku …

Yang senantiasa menerangi …

Setiap jengkal tanah di bumi

Yang kulalui dalam sunyi ….

 

Guru ….

Engkaulah mentariku ….

Yang selalu menghangatkan sanubari

Membakar jiwa fitri

Mencari kehidupan yang penuh kemulyaan diri

 

Maha Guru … .

Engkaulah Tuhan Yang Esa dan Zat Abadi …

Yang senantiasa memberkahi bumi

Dengan kebenaran nan hakiki




Tantangan menulis lagi bersama Bu Kanjeng dan Bu Rita Wati dalam Grup Antologi All About Teacher dengan Tema Terima Kasih Guru , untuk menyambut Hari Guru / PGRI pada 25  November mendatang

Pengertian Guru

Guru, sebuah kata yang mengandung arti sangat dalam dan luas. Guru, sebuah kata yang dapat dimaknai secara lugas maupun secara kias. Guru, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.

Arti kata guru menurut Wikipedia adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah yang harus mempunyai kualifikasi formal untuk mengajar . Kata guru dapat diartikan secara luas yaitu setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru , suatu hal yang baik.

Masih menurut Wikipedia, dalam arti khusus, kata guru dapat dimaknai sebagai simbol bagi suatu tempat yang suci berisi ilmu / vidya  dan juga pembagi ilmu ( dalam agama Hindu ). Sedangkan dalam agama Budha, guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran.

Dalam agama Islam, arti kata guru adalah termasuk bagian dari ulama, yang berarti pewaris para nabi yang tugasnya begitu mulia sehingga dalam diri guru harus melekat sifat-sfat ulama, ( Wikipedia ).

Dalam sebuah artikel di http://suwekaprabhayoga.woordpress.com,  dituliskan bahwa guru berasal dari kata Gu ( kegelapan ) dan Ru ( penghancur ). 

Sedangkan menurut bahasa jawa , kata guru bermakna digugu dan ditiru. Dapat diartikan bahwa sosok seorang guru menurut Bahasa Jawa adalah seseorang yang dapat dipatuhi ( digugu ) dan dijadikan panutan / contoh / teladan ( ditiru ) tentang keilmuan dan perilakunya yang terpuji.

Dari beberapa definisi atau pengertian , tentang kata guru maka dapat dimaknai bahwa  sosok seorang guru adalah sosok yang sangat dihormati dan mulia di mata masyarakat . Sosok  guru adalah sebagai seseorang yang dapat membimbing, mengajar, melatih , membawa murid-muridnya atau orang lain untuk mendapatkan  keselamatan , kebaikan , ilmu , pengetahuan yang membawa perubahan baru ke arah kebaikan dan pencerahan jiwa raga, lahir dan batin.


Para Sang Guru

Sebutan guru adalah luas . Siapa saja dapat menjadi guru dalam kehidupan kita. Guru yang mengajar dan membimbing murid-muridnya di sekolah. Yang sudah membawa dan membuat kita dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa  membaca .menulis dan berhitung menjadi dapat membaca, menulis dan berhitung. Dari kita bukan apa-apa menjadikan kita apa-apa. Yang sudah membuat kita dari tak berguna menjadi manusia yang berguna bagi diri dan orang lain, bagi agama bangsa dan negara.  


Guru juga dapat disebutkan untuk orang tua kita, ayah dan bunda kita yang telah menitiskan dan menyebabkan  kita lahir ke dunia ini.  Dari kita belum mengenal indah dan terangnya dunia , kita menjadi  kenal dan dapat menghirup udara bebas di dunia ini. Yang sudah membesarkan , merawat, mendidik, membimbing kita dari kecil hingga dewasa dengan segala dan sepenuh jiwa raga dan kasih sayang mereka. Orang tua kita juga guru dalam proses kehidupan kita.

Sebutan guru juga dapat ditujukan untuk ulama, pendeta, bhiksu, siapa saja manusia / orang yang telah membawa perubahan kebaikan bagi hidup kita. Bahkan anak-anak , rakyat kecil pun juga dapat dikatakan sebagai guru kita karena dengan adanya mereka ,kita dapat belajar artinya mencintai , mengasihi, menyayangi sesama dengan ketulusan, keikhlasan dan kesabaran dengan hati seluas samudera.

Keluarga, kerabat, saudara, teman,  sahabat , kenalan-kenalan kita pun juga dapat menjadi guru-guru kita , karena dengan mereka, bersama mereka , kita akan belajar banyak hal , diantaranya tentang arti kebersamaan, kerukunan , kerjasama , kekompakan, dan berbagai ilmu hidup di tengah keberagaman.


Guru dapat diibaratkan sebuah lilin yang hidup untuk menerangi sekitarnya dari kegelapan. Guru ibarat lilin juga bermakna bahwa seorang guru rela membakar dirinya demi mencerahkan dan menerangi kehidupan orang lain di sekitarnya. 

Guru adalah sebagai dian, sebagai obor, sebagai pelita , sebagai lentera dalam kegelapan yang akan membawa anak didiknya, orang lain di sekitarnya menuju kehidupan yang lebih cemerlang dan bersinar.

Kita manusia di dunia , di atas bumi Alloh ini adalah adalah para guru hebat. Dan kita semua adalah para guru yang harus selalu tunduk dan patuh pada perintah kebaikan dan menjauhi segala larangan dari Sang Maha Guru , yaitu Tuhan Yang Maha Esa.


Makna Peringatan Hari Guru di Masa Pandemi


Pada tanggal 25 bulan November di tahun 2020 adalah merupakan peringatan Hari Guru Nasional yang berlangsung di tengah masih merajalelanya wabah atau pandemi berupa virus corona (Covid-19). Dimana sejak adanya virus corona yang menyebar ke hampir seluruh bagian dunia ini, telah membawa dampak yang begitu luar biasa bagi tatanan kehidupan di muka bumi. 

Maka dari itu dengan berbagai ujian yang disebabkan adanya virus corona tersebut juga dapat dijadikan sebagai guru pengalaman bagi kehidupan kita.  Bahwa semua yang bernyawa pasti akan binasa. Semua yang nyata akan musnah. Semua yang kita miliki tak akan abadi.

Pandemi virus corona ini mengajarkan pada kita banyak hal. Bahwa kita harus lebih peka terhadap sesama, untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, selalu menyempatkan diri untuk membersamai keluarga , untuk selalu hidup penuh kesederhanaan dan meninggalkan hidup berfoya-foya dan hingar bingar dalam kemaksiatan, untuk selalu merenung / tafakur atau bermunajat diri kepada Ilahi di tengah segala kesibukan dunia.


Penutup

Selamat Hari Guru di masa pandemi ,  untuk Para Sang Guru hebat. Semua dari kita , apapun profesinya, apapun pangkat dan derajatnya, adalah guru kehidupan untuk masa depan yang lebih menawan. 

***

Bumi Handayani, 17 Oktober 2020

PROFIL PENULIS

Eni Setyowati ,S.Pd. , lahir di Gunungkidul, 23 November 1972 . Menikah dengan kakak tingkat yang sama-sama fakultas sastra beda jurusan. Hasil pernikahannya dikaruniai  dua buah hati sebagai penyejuk nurani. Anak sulung Erwin Kundya Yoga Perdana ,S.T., dan yang bungsu Erlinda Qurota Ayunnin tengah menuntut ilmu di UNY.

Hobinya membaca, menulis dan melukis. Sewaktu di  SMA N 2 Wonosari Gunungkidul mengambil jurusan A4 ( Bahasa, Sastra dan Budaya ) dipilih sesuai hati nurani.   Selepas SMA masuk  Jurusan Sastra Jawa Fakultas Sastra UNS Solo. Pernah ikut dalam organisasi mahasiswa jurnalistik, pernah menjadi tim redaksi Majalah Sastra Jawa Kalpadruma .Tahun 1992 kuliah lagi di Jurusan Teknologi Pendidikan FIP UNY Yogyakarta hingga mengantongi gelar sarjana pendidikan. Tahun 2020 lulus dari   S1 PGSD BI UT Yogyakarta agar linier dengan bidang mengajarnya sebagai guru kelas di SD Negeri Wiladeg Karangmojo Gunungkidul

Sejak kecil suka dengan dunia tulis menulis bermula dari sering dibawakan buku-buku bacaan oleh ayah yang juga seorang pendidik di sekolah dasar. 

Cita-cita sejak kecil ingin menjadi penulis / sastrawati. Sewaktu SMA ,artikelnya pernah dimuat dalam Rubrik Perkawinan Langgeng di Majalah Kartini. Coretan-coretannya berserakan menjadi arsip pribadi mulai dari puisi, cerpen, artikel, geguritan, cerkak, kisah inspiratif , dan sebagainya. 

Dan kini impian menjadi seorang penulis itu menjelma  , di kala usia mulai di ambang senja. Sejak bergabung dengan grup menulis dan para pegiat literasi dari berbagai penjuru negeri, banyak tulisan-tulisannya yang terkumpul dalam buku-buku antologi bersama dan buku solo, serta artikel-artikel, puisi, cerkak, cerpen yang dimuat di beberapa media. 

Hasil Tulisan dalam Buku Antologi Bersama diantaranya : 

Antologi Geguritan Tilik Wewisik Dinas Kebudayaan DIY (2019), Antologi Geguritan  Kundha Kabudayan Ngayogyakarta (2020), Antologi Esai Sastra Budaya Jawa Dinas Kebudayaan DIY (2020),Antologi Antologi Pentigraf Momen Spesial Sang Guru (2020 ), Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (2020 ), Antologi The Meaningfull True Story (2020 ), Antologi All About Teacher (2020 ), Antologi Local Food (2020 ), Antologi Kobaran Semangat Ngeblog (2020), Antologi Surat Untuk Ibu ( 2020 ), Antologi Oktober Bermakna ( 2020 ) , Antologi Untukku (2020 ), Antologi Senja ( 2020 ), Antologi Stabil Dalam Goncangan ( 2020 ), Antologi Aksara Untuk Ibu (2020 ), Antologi Mempertahankan Keseimbangan Di Tengah Ketidakpastian (2020),dll ( 70 lebih buku antologi bersama)

Buku solo

English For Children ( 2020), Jurus-Jurus Ilmu Menulis Titisan Para Sang Guru (2020), Serangkum Ilmu Dari Gurunya Guru (2020 ), Cyber Pedagogy :Aplikasi Teknologi Pendidikan Dalam Pembelajaran Di Abad 21 (2020), Weling Sinandhing (kumpulan geguritan 2020 ), Senandung Kalbu (kumpulan puisi 2020), Bermunajat Dengan Ayat ( kisah inspiratif 2020 ), Merangkai Bunga Rampai Yang Terberai (2020), Menulis Itu, Asyik (2020), Bercumbu Dengan Buku Bermesra Dengan Kata (2020 ),Menabur Aksara Dalam Pustaka ,Wisiking Gesang , dll .

Saat ini juga bergabung dengan grup  pecinta sastra jawa Gunungkidul "PRESAJA" dan menjadi Tim Redaksi Kalawarti Sastra Jawa Gunungkidul "GUMREGAH".

Juga  tergabung dalam Forum Pelita (Penggiat Literasi Aktif ) Gunungkidul.

Dambanya ingin dunia tulis menulis menjadi titian hijrah untuk meraih kehidupan yang lebih indah, berkah dan terarah dari Alloh Yang Maha Indah.

***

 

           






Senin, 19 Oktober 2020

DOA UNTUK BUNDA

 Oleh : Enis

Kutulis kisah ini untuk memenuhi tantangan menulis buku dari Nubar , yang bertema "AKSARA UNTUK IBU "







Banyak musim telah kulewati.Banyak waktu telah kulalui.Sejak rohku dititipkan dalam rahimmu.., aku telah membuatmu mengalami masa-masa dan kondisi yang pasti membuatmu tak nyaman untuk menikmati hari -harimu, Bunda. 

Siang malam, pagi petang,dalam segala suasana engkau bawa aku , kemanapun engkau pergi. Engkau bawa aku dengan penuh kasih dan perlindungan dalam rahimmu , 48 tahun yang lalu, Bunda.

Dengan tanpa jemu dan ragu...engkau selalu memberiku asupan nutrisi, hingga rohku semakin berkembang dan bertumbuh .  Akhirnya tibalah saatnya , aku lahir ke dunia ini.Dengan bersusah payah...dengan sepenuh raga dan jiwamu..yang tak kenal lelah dan menyerah..engkau pertaruhkan nyawamu agar aku dapat lahir ke dunia..menghirup segarnya hawa dunia , Bunda.

Kemudian masih dengan kasih sayang dan cinta yang tiada tara,engkau besarkan aku, engkau rawat aku.Engkau bimbing aku, engkau ajari aku tentang segala yang tak mampu kulakukan dan tak kumengerti, Bunda.

Engkau beri aku ilmu hidup dan kehidupan.Engkau ajari aku tentang kebaikan .Engkau ajari aku tentang kesopanan.Engkau ajari aku tentang pengorbanan.Engkau ajari aku tentang pengabdian.Engkau ajari aku tentang kesederhanaan.Engkau ajari aku tentang kesabaran, Engkau ajari aku tentang arti sebuah kesetiaan, Bunda.

Dan waktupun terus melaju.Engkau dorong aku agar mendapatkan ilmu lewat bangku sekolah. SD , SMP, SMA, dapat kulewati dengan tepat waktu, dengan engkau selalu ada di sampingku, bersamaku, Bunda.

Saatnya  menimba ilmu di perguruan tinggipun akhirnya tiba juga. Alhamdulillah..dari hasil seleksi ujian masuk perguruan tinggi negeri , aku di terima di jurusan  sastra jawa UNS Solo, Jawa Tengah.

Dan dengan bekal doa-doa tulusmu, semangat darimu yang senantiasa "tutwuri handayani" membawaku melangkah ke kota Solo dengan penuh gairah kala itu , Bunda. Akhirnya akupun terpaksa harus berpisah darimu untuk menuntut ilmu sebagai bekal untuk masa depanku.Di saat-saat aku hidup mandiri di kos Solo, kerinduan akan dirimu tak pernah padam, bahkan kian bergelora , Bunda. 

Akhirnya ..aku pun kembali mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri lagi, dan Alhamdulillah, diterima di IKIP Negeri Yogyakarta, kala itu dengan pilihan jurusan Teknologi Pendidikan.

Bunda , dengan bersusah payah dan berdarah-darah, kulalui dan kujalani kuliahku . Namun aku lebih merasa bahagia dan nyaman berada di Yogya, aku dapat lebih dekat denganmu , karena jarak dari rumah ke kampus tidak sejauh sewaktu menuntut ilmu di Solo. Setiap minggu, aku selalu pulang ke rumah untuk bersamamu dan  ayah , kakak dan adik-adikku.

Tiba juga saatnya aku diwisuda dan lulus dari UNY , dengan mengantongi gelar sarjana pemdidikan.Dan semua berkat dukungan ,semangat dan  doa yang luar biasa dari seorang ibu sepertimu, yang senantiasa ditopang semangat dari seorang ayah yang juga penuh pengorbanan , jasanya tiada tara untuk aku, kakak dan adik-adikku, Bunda. 

Hingga akhirnya, engkau dan ayah mengijinkan dan melepaskan aku untuk hidup bersama dengan seorang laki-laki yang telah memberiku beraneka kisah hati bersama kedua buah hatiku , cucu-cucu tersayangmu, Bunda. 

Alhamdulillah , terima kasih Bunda...atas semua pengorbanan yang tiada berlaksa , kasih sayangmu yang tiada berujung , kesabaranmu yang seluas samodera, doa-doamu yang selalu kau panjatkan tanpa jeda di setiap tarikan napas dan akhir sembahyangmu, Bunda.

Dan aku tak pernah bisa membalas semua yang telah engkau korbankan ..engkau berikan...padaku dan anak-anak cucumu.Aku hanya mampu memanjatkan doa-doa terbaik dan terindah untukmu, Bunda, semoga engkau senantiasa dilimpahi kesehatan, kebahagiaan lahir batin di sisa usiamu, Bunda.

"DOA UNTUK BUNDA"

Ya ,Alloh , Ya Robbi

Hanya kepadaMu hamba memohon...

Berilah hambaMu kesempatan yang lebih lama lagi...

Agar hamba dapat berbakti dengan sepenuh hati

Kepada ibu yang telah melahirkan .merawat dan membesarkanku.

Ya Alloh..berikanlah  selalu kebahagiaan lahir batin

Kesehatan jiwa dan raga

Kebaikan dunia dan akherat kepada ibu hamba.

Jauhkanlah ibu hamba

Dari segala ketidakbaikan

Bahagiakanlah ibu hamba

Di akhir sisa hidupnya 

Ya ,Alloh..,

Kelak tempatkan ibu hamba di surga indah Mu..

berdampingan dengan ayah yang sudah lebih dulu menghadap-Mu.

tempatkan beliau berdua di tempat terindah, di istana-Mu, Ya Robb-ku.

Amin.

***

PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI

 Oleh : Eni Setyowati,S.Pd.



http://gurupenggerakindonesia.com/

LOMBA MENULIS DI BLOG DALAM RANGKA MENYAMBUT 

HARI SUMPAH PEMUDA DAN BULAN BAHASA

JUDUL :

PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN 

DALAM PEMBELAJARAN

DI ERA PANDEMI “


Oleh : Eni Setyowati , S.Pd.

Pengantar

Saat ini dunia masih dilanda pandemi covid-19. Virus ini menyebar ke berbagai penjuru dunia. Hampir semua negara yang ada di dunia dilanda bencana yang kasat mata ini. Tapi penyebaran virus ini  terus mewabah melintasi batas ruang dan waktu. Bermula dari wabah virus corona yang terjadi di Wuhan , Cina. Akhirnya melebar kemana-mana. Termasuk Indonesia juga giliran terkena serangan corona. Virus ini terus menggerus semua tatanan kehidupan. Hampir semua lini kehidupan terkena dampaknya. Dunia industri, perbankan, perekonomian, politik, sosial, budaya, dunia kerja, dunia bisnis, dunia hiburan, dan sebagainya seakan tak berdaya.  Dan tak ketinggalan pula dunia pendidikan pun harus berbesar hati menghadapi pandemi virus corona ini. Berbagai cara  diupayakan oleh pemerintah, masyarakat, juga semua pihak untuk memutus penyebaran corona virus ini.

Dunia pendidikan saat ini benar-benar diuji . Dunia pendidikan harus mengubah sistem pembelajaran hampir 360 derajat. Dunia pendidikan ditantang untuk dapat menerapkan pembaruan dalam pembelajaran. Guru-guru ditantang untuk melek  IT. Guru-guru dipaksa untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran berbasis online atau daring. Pembelajaran saat ini, di tengah pandemi corona membutuhkan peran teknologi. Apalagi sekarang telah  memasuki abad 21, yang hampir segalanya serba teknologi. Teknologi digunakan dalam berbagai hal untuk memudahkan  pekerjaan manusia. Begitupun dalam pembelajaran di kelas, teknologi sudah marak dimanfaatkan. Dan kini, dalam pembelajaran pun dituntut agar memanfaatkan teknologi untuk menganstisipasi kesenjangan dalam pembelajaran di masa pandemi.

Pandemi covid -19 yang menghipnotis perhatian seluruh dunia dengan cara penyebarannya yang begitu cepat membuat perubahan tata kehidupan dunia. Dunia saat ini menerapkan social distancing (jaga jarak ) untuk memutus rantai penyebaran pandemic covid -19 ini. Indonesia pun juga menerapkan social distancing. Semua harus tinggal / berada di rumah ( stay at home ), bekerja dari rumah ( work for home ), dan belajar di rumah (study at home ), serta beribadah di rumah (ptay at home ).

Dunia pendidikan pun bergolak. Dunia pendidikan mau tidak mau, harus segera memanfaatkan teknologi secara lebih baik dan lebih sungguh-sungguh. Artinya bahwa keberadaan teknologi saat ini sangat membantu untuk mengatasi situasi terkini yaitu krisis pembelajaran. Untuk mengatasi krisis dalam pembelajaran, pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan atau Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) berusaha semaksimal mungkin agar jantung pendidikan tidak berhenti. Detak jantung pendidikan harus tetap ada , karena sebagai pengemban amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dunia pendidikan sebagai lembaga untuk mencetak generasi-generasi muda  , anak-anak bangsa yang cerdas lahir batin, cerdas akal dan hatinya, menjadi manusia-manusia yang handal dan bermoral di era digital untuk menghadapi kehidupan di  abad 21.

Jaman akan senantiasa berubah  seiring perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi . Dan kemajuan teknologi harus membuat nilai-nilai karakter siswa dan guru juga semakin berkembang dan bermoral. Kemajuan teknologi terutama dalam bidang pendidikan harus semakin membuat karakter lebih baik dan semakin tertanam dalam hati sanubari kita semua, para guru / pendidik , peserta didik dan para praktisi pendidikan.

Peran Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran

Kehadiran teknologi pendidikan saat ini mempunyai peran strategis  untuk menciptakan sistem pembelajaran terkini dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Padahal selama ini keberadaan teknologi pendidikan kurang diperhatikan. Apalagi jurusan Teknologi Pendidikan yang ada di pendidikan tinggi pun juga kurang diminati para generasi muda lulusan sekolah menengah atas atau yang sekarang dikenal dengan generasi milenial. Padahal generasi milenial ini nantinya yang akan menjadi penerus kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari generasi mudanya. Dan generasi muda atau kaum milenial ini nantinya yang akan selalu bersentuhan dengan teknologi dalam menjalani proses pembelajaran , terutama di sekolah-sekolah  formal. Generasi muda ini nantinya yang akan merasakan dan memanfaatkan adanya teknologi di era digital ini.

Namun kenyataannya peran teknologi dalam pendidikan belum dimanfaatkan secara maksimal terutama dalam pembelajaran-pembelajaran di sekolah-sekolah dalam hal ini sekolah -sekolah dasar.. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran belum diminati oleh para guru di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya :

· Kurangnya pengertian, pemahaman , pengetahuan akan peranan teknologi dalam pendidikan atau pembelajaran.

·Kurangnya wawasan para guru dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di kelas.

·Kurangnya motivasi dan minat guru untuk menerapkan aplikasi-aplikasi  teknologi dalam pembelajaran di kelas.

· Faktor usia guru juga berpengaruh terhadap motivasi dan minat guru dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

· Tidak tersedianya sarana prasarana di sekolah, misalnya jaringan internet/wifi yang memadai.

·Walaupun tersedia jaringan internet, namun kadang sinyal dan kuota yang tidak mendukung. Dan faktor-faktor lain yang menyebabkan penerapan atau aplikasi teknologi dalam pendidikan belum efektif dan belum tepat sasaran.

Dalam upaya untuk memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih untuk keperluan pembelajaran di era pandemi dan abad 21 ini, agar menjadikan pebelajar dan pembelajar menjadi manusia-manusia yang tangguh, handal juga bermoral maka diperlukan landasan atau  dasar-dasar yang kuat agar tidak goyah dengan derasnya arus  kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian berkembang pesat.

Kini dengan adanya tragedi dunia berupa pandemi virus corona, yang mau tidak mau dunia pendidikan dalam hal ini guru-guru  harus menerapkan pembelajaran berbasis online atau  daring . Dimana pembelajaran online ini membutuhkan jaringan internet yang memadai untuk membuka aplikasi-aplikasi yang diperlukan dalam pembelajaran daring agar menjadi menarik , menyenangkan , tepat sasaran, efektif dan efisien. 

Teknologi pendidikan merupakan bidang ilmu terapan yang mengintegrasikan secara sinergis beberapa disiplin ilmu dengan maksud memudahkan terjadinya proses belajar, meningkatkan mutu pembelajaran, dan meningkatkan kinerja. Proses studi (pengkajian) dan praktik dalam teknologi pendidikan harus dilakukan secara beretika.

Teknologi pendidikan tidak hanya merupakan sebuah ilmu tapi juga sebagai sumber informasi dan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang bisa memfasilitasi proses pembelajaran.

Banyak cara dan upaya dirancang, dilakukan dan diterapkan oleh dunia pendidikan agar pembelajaran tetap dapat dilaksanakan di era pandemi ini. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini menggunakan aplikasi teknologi terkini. Diantaranya menerapkan sebuah teknologi siber yaitu berupa cyber pedagogy. Dimana cyber pedagogy ini akan membantu mengatasi permasalahan dalam pembelajaran.

Apa itu Cyber Pedagogy

Di era serba digital ini yang hampir semua lini kehidupan memanfaatkan teknologi, maka cyber pedagogy atau pegadogi siber atau jaman dulu dikenal dengan digital pedagogy ini mempunyai arti penting .

Istilah cyber pedagogy ,aplikasinya, manfaatnya, tujuannya, ini harus diperkenalkan kepada dunia pendidikan. Selama ini istilah cyber pedagogy hanya dikenal oleh para pakar di bidang teknologi dan informasi. Cyber pedagogy hanya dikenal oleh para praktisi pendidikan. Cyber pedagogy hanya dikenal oleh para akademisi di perguruan tinggi. Cyber pedagogy hanya menjadi konsumsi bagi pihak-pihak yang mengerti, dan belum merambah sampai ke bawah. Terutama bagi para guru di Indonesia banyak yang belum mengenalnya.  Mungkin baru mendengar istilahnya saja yang saat ini sering diucapkan oleh pihak-pihak tertentu.

Dan sekarang, di tengah pandemi corona, sudah saatnya para guru , dimana pun berada harus tahu, paham, mengerti dan memanfaatkan cyber pedagogy dalam proses pembelajaran.Cyber pedagogy sebagai istilah baru dalam teknologi merupakan salah satu penerapan atau aplikasi teknologi dalam pendidikan untuk membantu  mengatasi krisis pembelajaran di tengah pandemi covid 19 ini.

Cyber pedagogy, merupakan istilah baru terutama di kalangan guru atau dunia pendidikan.Walaupun istilah itu sudah lama terdapat dalam dunia  teknologi, tapi belum banyak dikenal masyarakat luas, khususnya bagi para guru.

Cyber pedagogy sebagai sebuah aplikasi baru teknologi dalam dunia pendidikan harus gencar dikumandangkan kepada para guru . Agar cyber pedagogy dapat membumi maka harus dan perlu disosialisasikan  keberadaannya di dunia pendidikan khususnya bagi para guru yang akan menggunakannya atau memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.

Penerapan atau aplikasi teknologi cyber pedagogy dalam pendidikan  terutama bagi para guru untuk pembelajaran dengan  anak didiknya harus benar-benar dipahami , dimengerti dan diterapkan. Sehingga guru dan anak didik yang akan menjadi generasi di era digital atau kaum milenial selalu dapat eksis di tengah terjangan gelombang kemajuan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin mengglobal ini. 

Menurut hasil penelitian dalam sebuah tesis bahwa peran teknologi pendidikan di abad 21 menunjukan bahwa teknologi pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam era pendidikan 4.0. Hal itu terlihat dari pemanfaaatan produk-produk  teknologi pendidikan seperti E-learning, aplikasi pembelajaran, cyber pedagogy dan lainnya yang selaras dengan tuntutan pendidikan 4.0. Hasil dari sebuah penelitian lain menyebutkan bahwa  peran teknologi pendidikan lebih banyak memfasilitasi proses pengajaran dan pembelajaran di abad 21.

Bagi dunia pendidikan, khususnya di Indonesia pembelajaran dengan teknologi yang memanfaatkan jaringan internet atau online ini adalah tantangan tersendiri. Tantangan pendidikan atau pembelajaran di era revolusi industri 4.0 yaitu berupa perubahan dari pola berpikir , cara belajar serta cara bertindak para peserta didik juga pendidik atau guru dalam mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam  berbagai bidang.

Dalam sebuah Seminar Nasional  yang pernah diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika, Jakarta, mengangkat tema tentang Cyber Pedagogy, dengan nara sumber  dan pakar di bidang tersebut yaitu Prof. Dr.Ir. Richardus Eko Indrajit,M.Sc.,MBA.,M.Phil.,M.A. Beliau mengatakan bahwa dalam menghadapi abad 21 ada tuntutan bagi para guru harus menguasai “ cyber pedagogy “ sebagai media pembelajaran di dalam kelas. 

Dan kini di saat pandemi corona virus di masa abad 21 ini, semakin mengharuskan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di era pandemi ini. Maka salah satu upaya untuk memecahkan berbagai permasalahan pendidikan atau pembelajaran yaitu dengan pendekatan teknologi pendidikan.

Teknologi pendidikan atau teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering kita jumpai adanya penerapan atau aplikasi dari perkembangan teknologi yaitu dengan mengkombinasikan alat teknologi dalam proses pembelajaran .

Dalam proses memanfaatkan teknologi tersebut hanya dapat terlaksana dengan adanya jaringan internet. Internet merupakan salah satu alat komunikasi murah yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara dua orang atau lebih. Dan internet ini juga memungkinkan terjadinya proses belajar dengan menggunakan metode cyber pedagogy ( belajar lewat dunia maya). Belajar dengan metode cyber pedagogy yang berbasis teknologi terkini, memang banyak mendatangkan manfaat yang positif. Namun di sisi lain juga mendatangkan dampak negatif, maka harus diwaspadai.

Untuk itu sebagai manusia kita harus bersikap bijak dalam menyikapi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh adanya kemajuan teknologi tersebut. Kita sebagai manusia dalam hal ini manusia-manusia yang terdidik harus mampu memanfaatkan teknologi dengan benar, terarah dan jangan menjadi ketergantungan. Karena sekarang ini banyak pelajar, mahasiswa yang sering menggunakan fasilitas teknologi tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga hal itu mendatangkan dampak negatif.

Untuk itu guru atau pendidik harus mempersiapkan dan menerapkan metode pembelajaran dengan bantuan teknologi. Setelah virus  corona ini nantinya mereda , dan abad 21 sudah di depan mata, adalah tantangan besar bagi dunia pendidikan, bagi guru atau pendidik  untuk dapat menjawab tantangan jaman di abad 21 di masa revolusi industri 4.0 dengan sebaik-baiknya.

Persiapan yang matang harus sudah  mulai dari sekarang. Guru atau pendidik harus mampu menguasai IT dalam berinteraksi atau berkomunikasi dengan siswa - siswanya. Peran guru atau  pendidik adalah  sebagai fasilitator, juga sebagai  arsiteknya . Pembelajaran berpusat pada siswa ( centered student ). Dan guru bukan satu-satunya sumber belajar dalam kelas. Namun keberadaan guru tetap dibutuhkan untuk mendampingi anak belajar menemukan konten-konten pembelajaran lewat internet. Agar siswa  atau anak didik tidak salah dalam menafsirkan konten dari ilmu pengetahuan yang di dapat lewat internet.

Kini guru – guru di Indonesia harus terus  beradaptasi dengan kemajuan teknologi dalam menerapkan atau mengaplikasikan  teknologi dalam pembelajaran di abad 21 ini. Penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat menjadi sebuah alat untuk semakin mendukung pengembangan ilmu pengetahuan seseorang agar semakin berkualitas. Proses serta sistem pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas pula. 

Dan manusia - manusia berkualitas adalah manusia-manusia yang mau dan terus belajar  mengikuti perkembangan jaman. Perkembangan dan kemajuan teknologi harus diimbangi dengan manusia –manusia yang cerdas lahir maupun batinnya. Seperti yang diamanatkan dalam UUD tahun 1945, dan dasar negara Pancasila yang tertuang dalam beberapa rumusan tujuan nasional pendidikan di Indonesia dan tertuang dalam  peraturan , ketetapan , kebijaksanaan pemerintah yaitu dalam :Tap MPRS No.2 Tahun 1960, UU No2.Tahun 1985, UU No.20 Tahun 2003.

Selain pembelajaran daring, pembelajaran luring ( di luar jaringan ) dengan tidak menggunakan jaringan atau yang dilakukan secara tatap muka juga masih sangat diperlukan karena secara psikologis , komunikasi langsung dengan cara bertatap muka akan memberikan motivasi dan pengaruh yang besar terhadap perkembangan jiwa dan emosi anak didik, dengan begitu akan mudah diberikannya nilai-nilai karakter mulia agar merasuk dalam hati dan jiwa anak didik.

Penutup

Kesimpulannya bahwa tujuan pendidikan adalah sebuah upaya untuk membentuk, mencerdaskan dan mengembangkan potensi atau kemampuan dalam diri manusia Indonesia lewat pendidikan agar menjadi manusia-manusia Indoensia seutuhnya yaitu yang berimtaq ( beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia sehat jasmani dan rohani), dan beriptek ( berilmu pengetahuan dan teknologi) , cakap, kreatif, mandiri, demokratis , berjiwa religius, nasionalis,mandiri, gotong royong dan integritas, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dengan pemaparan materi di atas  ini diharapkan juga dapat menjadi  sumber referensi berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan maupun yang membutuhkan informasi tentang peranan teknologi dalam pendidikan sehingga akan merasakan pentingnya peran teknologi pendidikan dalam mengatasi dan menjadi solusi pembelajaran di tengah pandemi covid -19 .

Jadi dapat disimpulkan bahwa  teknologi pendidikan  adalah sebuah bidang ilmu terapan yang mengintegrasikan studi atau teori dan praktek untuk memudahkan dan memfasilitasi proses pembelajaran melalui perancangan, pengembangan, pemroduksian, pendayagunaan, dan pengelolaan sumber dan teknologi secara tepat.

Teknologi pendidikan harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan tuntutan pendidikan 4.0 , dengan tetap eksis dan berkonstribusi positif terhadap berbagai perubahan serta mengoptimalisasi kemampuan sumber daya manusia dengan menciptakan sumber sumber pengajaran dan pembelajaran berbasis teknologi yang efektif sebagai alat bantu pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan output yang dapat bersaing di era industri 4.0. Di era pandemi dan nanti diperlukan teknologi pendidikan tang berupa cyber pedagogy yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif

 Disinilah teknologi pendidikan memegang peran besar dengan dengan menfasilitasi proses pengajaran dan pembelajaran di era pandemi juga dalam menuju pembelajaran abad 21.



Referensi :
  • Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 Education in the Fourth Industrial Revolustion Age Delipiter Lase STT Banua Niha Keriso Proestan Sundermann Nias piterlase@sttsundermann.ac.id
  • Tantangan Guru SMK Abad 21 ( Surya Dharma, M.P.A.Ph.D. dkk).
  • STUDI LITERATUR : PERAN TEKNOLOG PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN 4.0 Dewi Surani Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Pendidikan, Universitas Bina Bangsa, Serang, Indonesia Email : suranidewiahead@gmail.com.
  • Mempersiapkan SDM Indonesia di Era Industri 4.0 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2018.
#PGRI
#KOGTIK
#EPSON
#KSGN

PROFIL PENULIS

Eni Setyowati ,S.Pd. , lahir di Gunungkidul, 23 November 1972 . Menikah dengan kakak tingkat yang sama-sama fakultas sastra beda jurusan. Hasil pernikahannya dikaruniai  dua buah hati sebagai penyejuk nurani. Sulungnya Erwin Kundya Yoga Perdana ,S.T., dan yang bungsu Erlinda Qurota Ayunnin masih SMA kelas 3.

Hobinya membaca, menulis dan melukis. Sewaktu di  SMA N 2 Wonosari Gunungkidul mengambil jurusan A4 ( Bahasa, Sastra dan Budaya ) dipilih sesuai hati nuraninya.   Selepas SMA masuk  Jurusan Sastra Jawa Fakultas Sastra UNS Solo. Pernah ikut dalam organisasi mahasiswa jurnalistik, pernah menjadi tim redaksi Majalah Sastra Jawa Kalpadruma .Tahun 1992 kuliah lagi di Jurusan Teknologi Pendidikan FIP UNY Yogyakarta hingga mengantongi gelar sarjana pendidikan. Tahun 2020 lulus  S1 PGSD BI UT Yogyakarta agar linier dengan bidang mengajarnya di SD Negeri Wiladeg Karangmojo Gunungkidul.

Sejak kecil suka dengan dunia tulis menulis bermula dari sering dibawakan buku-buku bacaan oleh ayahnya yang juga seorang pendidik . Cita-cita sejak kecil ingin menjadi penulis / sastrawati. Kini impian itu menjelma , di kala usia mulai di ambang senja. Sejak bergabung dengan grup menulis dan para pegiat literasi dari berbagai penjuru negeri, banyak tulisan-tulisannya yang terkumpul dalam buku-buku antologi bersama dan buku solo, serta artikel-artikel, puisi, cerkak, cerpen yang dimuat di beberapa media. Kini ingin dunia tulis menulis menjadi titian hijrah untuk meraih kehidupan yang lebih berkah dari Alloh Yang Maha Indah.

***

        


BUNGA RENGGANIS, MANIS

  BUNGA RENGGANIS, MANIS oleh : Enis Bunga rengganis ?? Apakah betul tanaman ini namanya bunga rengganis? Nama rengganis dari tanaman ini di...