Sabtu, 16 Mei 2020

JANGAN TUNDA SUSKESMU HANYA KARENA GAGAL DI AWAL



OLEH : ENI SETYOWATI, S.Pd.

(Disarikan dari Materi 34 Kuliah Belajar Menulis Online Gelombang 8)
Narasumber : WIJAYA KUSUMAH,M.Pd.
JUMAT, 15  MEI 2020  Pukul 13.00 – 15.00 WIB

Sekilas Profil Narasumber:



Jumat siang, 15 Mei 2020 Om Jay memberitahu di grup bahwa narasumber yang semula akan dihadirkan untuk mengisi jadwal kuliah online siang ini dengan mengambil tema “Pengalaman Mengajar di Daerah 3T “ ternyata berhalangan hadir karena ada rapat mendadak. Maka Om Jay selaku pengkoordinir dan penggerak di grup belajar menulis online di gelombang 8 mengambil alih kemudi agar perkuliahan tentang belajar menulis tetap ini tidak kehilangan kendali . Adapun  tema yang akan disampaikan beliau adalah “ Ketika Bukumu diTolak Penerbit Mayor.” Sebuah  tema yang tepat disaat para peserta penulis sudah tidak sabar lagi ingin segera mengabadikan tulisan-tulisannya di penerbit .
Seperti biasa Om Jay menyapa  semua peserta di grup menulis gelombang 8 ini dengan sapaan hangat sebagai  guru -guru hebat Indonesia. Om Jay mengungkapkan rasa senangnya dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan peserta menulis online.
Curahan Hati Seorang Guru Blogger
Kali ini Om Jay ingin membagi kisah nyata yang beliau alami ketika bukunya ditolak oleh penerbit mayor.  
“ Sedih rasanya bila buku yang kita tulis ditolak oleh penerbit. Saya sendiri pernah merasakannya. Makan tak enak, tidurpun tak nyenyak. Sakitnya tuh di sini! (sambil mengelus dada) hahaha. Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini, hihihi.
Namun perlu anda ketahui. Saya termasuk orang yang pantang menyerah. Ketika naskah buku saya ditolak para penerbit mayor, saya tidak putus asa. Saya akan menerimanya dengan lapang dada. Saya menerimanya dengan senyuman meskipun terasa pahit.Berkali kita gagal lekas bangkit dan cari akal. Berkali kita jatuh lekas berdiri jangan mengeluh. Jadilah guru tangguh berhati cahaya.
Kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda. Gembirakan dirimu dengan terus belajar kepada orang-orang yang telah sukses menerbitkan bukunya.Saya perbaiki tulisan saya. Kemudian saya baca kembali. Beberapa teman yang saya percaya , saya minta untuk memberikan masukan. Hasilnya buku saya menjadi lebih baik dari sebelumnya dan lebih enak untuk dibaca. Sakit hati ini terasa terobati.Ibarat seorang mahasiswa S1 yang skripsinya dipermak habis sama dosen pembimbingnya. Ibarat mahasiswa S2 yang tesisnya ditolak promotornya dan ibarat mahasiswa S3 yang ditolak proposal desertasinya.
Saya sangat berterima kasih kepada para penerbit yang sudah menolak buku yang saya susun.  Dengan begitu buku yang saya susun menjadi layak jual. Coba kalau seandainya naskah buku saya langsung diterima, pasti banyak yang tidak laku karena isinya kurang menarik hati pembaca. Buku saya terbit tapi tidak banyak pembelinya, karena bukunya tidak menarik hati pembaca. Saya jadi banyak belajar semenjak buku ditolak penerbit mayor. Saya perbaiki dan terus perbaiki sehingga naskah buku menjadi lebih enak dibaca. Butuh waktu lama mengerjakannya. Saya pantang menyerah. Saya belajar dari penolakan. Saya pergi ke toko buku dan membaca buku-buku best seller. Dari sanalah saya akhirnya tahu rahasia buku mereka laris dibaca pembaca.
Saat itu saya semakin menggebu-gebu semangatnya. Ibarat perahu yang sudah berlayar tentu pantang untuk kembali ke pelabuhan. Jalan terus sampai tujuan walaupun akan banyak ombak besar menghadang. Tidak ada nahkoda ulung yang tidak melalui lautan yang berombak ganas. Justru disitulah keahliannya teruji.
Ketika bukumu ditolak penerbit, teruslah menulis dan jangan berhenti menulis. Ketika engkau terus menulis, maka tulisanmu akan semakin tajam dan nendang. Pasti tulisanmu akan layak jual. Pasti tulisanmu akan banyak dibaca orang. Aha kuncinya satu mau belajar dan pantang menyerah.
Perbaiki dan terus perbaiki sehingga penerbit mayor mau menerbitkan bukumu tanpa kamu keluar uang satu senpun. Kamupun tersenyum ketika royalti bukumu mencapai angka yang fantastis. Puluhan bahkan ratusan juta rupiah kamu dapatkan bila bukumu laku keras. Seperti royalty buku yang kami terima saat ini.”
 Itu sepenggal kisah nyata dari seorang Guru Blogger Indonesia yang namanya kian berkibar. Nama Om Jay yang berkibar pasti karena mempunyai sebuah proses yang menjadikan akar dan dasar untuk tetap tegar sekalipun diterjang badai besar . Dan semua itu dibuktikan oleh Om Jay yang senantiasa memegang sesanti  dalam hidupnya yaitu “ Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi. Menulis itu sebuah keterampilan yang harus terus menerus diasah setiap hari, ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya.”Dan Anda ingin tahu, apa yang terjadi dengan Om Jay?
Guru Penyemangat dan Guru Penggerak.
Beliau menjadi sosok penulis yang menjadi panutan juga teladan bagi para guru di seluruh penjuru tanah air ini. Beliau, Om Jay adalah seorang Guru Blogger yang juga menjadi Guru Penyemangat dan Guru Penggerak untuk terus menulis dan berkarya. Beliau selalu ikhlas dan sabar bahwa semua kegagalan harus diterima dengan senyum keindahan. Karena gagal adalah sebuah proses menuju sukses.
Om Jay mengatakan bahwa pekerjaan menulis adalah pekerjaan menuju keabadian. Kita sudah mati tapi buku kita abadi, contoh karya Buya Hamka. Seperti ada dalam Catatan Harian Seorang Guru Blogger dan di blog Om Jay. Kita harus memiliki rasa percaya diri bahwa tulisan kita menarik, sudah sesuai dan enak dibaca.Fokuslah untuk menulis buku motivasi dan kisah inspiratif karena buku ini masih banyak pembelinya.
Dasarnya kalau buku kita ditolak oleh penerbit karena tulisan kita kurang sesuai dengan standart penerbit, dan biasanya calon penulis baru begitu sangat menggebu gebu dan sangat yakin bukunya akan laku. Rasa percaya diri itu dibangun melalui proses terus menerus, dan jatuh bangun. Seperti anda belajar sepeda, awalnya agak susah naik sepeda, tapi kalau sudah bisa maka enak enak saja rasanya.
Om Jay juga menyarankan kepada peserta di grup ini agar segera mengumpulkan resume dari pertemuan pertama sampai terakhir, gabung dalam satu file. Kemudian lihat buku-buku yang sudah diterbitkan Penerbit Andi, kemudian tawarkan ke Penerbit Andi Yogyakarta.
Untuk cara pengiriman naskah cukup kirim email saja ke penerbit karena sekarang sudah canggih, jadi tidak perlu repot-repot menjilid naskah seperti jaman dulu. Atau dapat dikirimkan ke omjaylabs@gmail.com, yang nantinya akan dibantu untuk meneruskannya  ke Penerbit Andi.
Berawal dari kegagalan buku yang ditolak penerbit mayor membuat Om Jay dan tim tidak putus asa dan terus bersemangat untuk memperbaiki isi bukunya. Alhamdulillah akhirnya buku Om Jay dan kawan-kawan diterima penerbit mayor. Dan berkat buku tersebut akhirnya membawa Om Jay dan kawan-kawan dapat berkeliling Indonesia untuk berbagi ilmu PTK dengan para guru di seluruh pelosok tanah air.
Kata Om Jay, kalau menerbitkan buku di penerbit mayor kita tinggal terima beres. Bahkan cover dan layoutnya sangat menarik sekali, sehingga banyak orang yang membeli bukunya. Dan jika menerbitkan buku di Penerbit Andi tidak bayar. Dan Om Jay juga mengatakan bahwa sudah mempunyai tim editorial di Penerbit Andi, yang hebat dan dapat dipercaya.
Om Jay memberikan tips untuk menata hati dan membangun semangat lagi ketika kita mengalami penolakan dari penerbit mayor adalah disiplin, jujur,tulus, ikhlas dan sabar. Itu karakter penulis. Berkali kita gagal, lekas bangkit dan cari akal, berkali kita jatuh, lekas berdiri jangan mengeluh. Jadilah guru tangguh berhati cahaya. Belajarlah  dari Rasullullah yang mempunyai sifat –sifat mulia yaitu sidiq, tabligh, amanah, dan fathonah. Teruslah berkarya.
Curahan Hati Peserta Kuliah
Assalamualaikum, selamat siang Om Jay...
Maaf mengganggu waktunya, saya cuma mau menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Om Jay yang secara tidak langsung telah memberikan motivasi yang luar biasa kepada saya untuk mengungkapkan ide yang dimiliki melalui tulisan.
Berkat motivasi yang senantiasa Om Jay berikan kepada saya dan teman-teman dalam Group menulis saya memberanikan diri untuk menuangkan ide yang bertahun terpendam menjadi sebuah tulisan yang Alhamdulillah sudah menjadi sebuah buku. Sungguh luar biasa rasanya melihat tulisan kita berwujud sebuah buku, dan lebih luar biasa lagi saat dikirimi foto buku saya yang masih belum ada apa-apanya berada tepat di samping buku seorang penulis terkenal seperti Om Jay. (Agak lebay saya mungkin ya Om Jay), tapi memang seperti ini lah yang saya rasa begitu melihat buku pertama saya yang insya Allah akan saya jadikan awal untuk lebih semangat lagi menghasilkan karya-karya berikutnya.
Sekali lagi terimakasih Om Jay, terimakasih untuk motivasinya selama ini, semoga Om Jay selalu diberi rahmat kesehatan dan kesempatan untuk senantiasa terus berbagi semangat, berbagi ilmu dan berbagi kebaikan untuk semua.
“ Aamiin Ya Robbal Alamiin, kesuksesan seorang guru adalah bila muridnya bisa lebih pandai dari gurunya, “ pungkas Om Jay mengakhiri materinya. Jangan tunda suksesmu, hanya karena pernah mengalami kegagalan di awal, itulah inti dari pertemuan kali ini.
Gunungkidul, 15 Mei 2020
**




9 komentar:

  1. Kegagalan adalah awal menuju ke berhasil lan maka menulis lah setiap hari ok

    BalasHapus
  2. Semangat menggapai mimpi.. Gagal adl sukses yg tertunda..

    BalasHapus
  3. Jatuh bangun adalah roda kehidupan, jangan pernah menyerah. dan jangan lupa kunjungi blog saya dan berikan komentar Tks.
    https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2218605635203927585#allposts/postNum=23

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYA PAK RUSMIN TERIMA KASIH, SEMANGATNYA. JANGAN PERNAH SURUT LANGKAH KITA UNTUK TERUS BERKARYA. SAYA AKAN BERKUNJUNG

      Hapus
  4. Kegagalan adalah pengalaman yg bisa dijadikan pelajaran utk menjadi lebih baik. Terus menulis setiap hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. KEGAGALAN ADALAH GURU TERBAIK. Saya gagal di gelombang 8. Tapi saya bisa unjuk gigi di gelombang 12. Intinya tetap semangat dan konsisten menulis. Insyaallah tulisan kita indah pada waktunya. Aminn

      Hapus

BUNGA RENGGANIS, MANIS

  BUNGA RENGGANIS, MANIS oleh : Enis Bunga rengganis ?? Apakah betul tanaman ini namanya bunga rengganis? Nama rengganis dari tanaman ini di...