Kamis, 07 Mei 2020

MENULIS DI TENGAH KESIBUKAN


OLEH : ENI SETYOWATI, S.Pd.

( Disarikan dari Materi 25 Kuliah Belajar Menulis Online Gelombang 8)
Narasumber : Much.Khoiri ( Master Mmcho)
Selasa 5 MEI 2020

Sekilas Profil Narasumber :

Beliau mulai memuatkan tulisan di media cetak sejak 1986/1987 (kuliah semester 3. Lahir di Desa Bacem, Madiun 24 Maret 1965.
 Much. Khoiri kini menjadi dosen dan penulis buku dari FBS Universitas Negeri Surabaya (Unesa), trainer, editor, penggerak literasi. 

Alumnus International Writing Program di University of Iowa (1993) dan Summer Institute in American Studies di Chinese University of Hong Kong (1996) ini  trainer untuk berbagai pelatihan motivasi dan literasi. 

Ia masuk dalam buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa (2014). Pernah menjadi Redaktur Pelaksana jurnal kebudayaan Kalimas dan penasihat jurnal berbahasa Inggris Emerald. Pernah menjadi redaktur Jurnal Sastra dan Seni. Selain menghidupkan beberapa komunitas penulis, ia juga pernah mengomandani Ngaji Sastra di Pusat Bahasa Unesa bersama para sastrawan. 

Karya-karyanya (fiksi dan nonfiksi) pernah dimuat di berbagai media cetak, jurnal, dan onlinebaik dalam dan luar negeri. Ia telah menerbitkan 42 judul buku tentang budaya, sastra, dan menulis kreatifbaik mandiri maupun antologi. 

Buku larisnya antara lain:

Jejak Budaya Meretas Peradaban (2014), Rahasia TOP Menulis (2014), Pagi Pegawai Petang Pengarang (2015), Much. Khoiri dalam 38 Wacana (2016), kumpuis Gerbang Kata (2016), Bukan Jejak Budaya (2016), Mata Kata: Dari Literasi Diri (2017),  Write or Die: Jangan Mati sebelum Menulis Buku (2017), Virus Emcho: Berbagi Epidemi Inspirasi (2017), Writing Is Selling (2018), Praktik Literasi Guru Penulis Bojonegoro (2020), Virus Emcho: Melintas Batas Ruang Waktu (2020), dan SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan (2020). 

Sekarang dia sedang menyiapkan naskah buku tentang menulis, budaya, literasi, dan karya sastra (puisi dan cerpen). Dia cukup aktif menulis di muchkhoiriunesa.blogspot.com;  www.kompasiana.com/much-khoiri; muchkhoiri.gurusiana.id.; jalindo.net; dan sahabatpenakita.id.
Instagram: @much.khoiri dan @emcho_bookstore.
Emailnya:
 HP/WA: 081331450689. Facebook: Much Khoiri-90.

Persiapan kuliah online Belajar Menulis di bawah asuhan Om Jay  hari Selasa , tanggal 5 Mei 2020 dimulai pukul 13.00-15.00 WIB bersama Bapak Much. Khoiri atau biasa disapa Master Emcho. 

Mengawali pertemuan siang ini Om Jay menyapa Master Emcho dengan sebutan guru hebat Indonesia yang akan memberikan pencerahan tambahan pengetahuan tentang “ Menulis dalam Kesibukan “. 
Wow, temanya menggelitik, pasti isinya juga unik dan menarik.

Setelah dipersilahkan oleh Om Jay selaku moderator, Master Emcho menyapa peserta dengan ungkapan semoga hari-hari selalu dianugerahi keselamatan , menebar salam kesejahteraan dan diberkahi kesehatan untuk seluruh anggota keluarganya Om Jay di rumah kedua di dunia maya. 

Menurut Master Emcho , merasakan  kebahagiaan yang sangat dapat berjumpa peserta kuliah online dalam sebuah grup kreatif yang telah didesain untuk belajar bersama, saling menguatkan, saling mengisi untuk  menulis.

Kemudian Master Emcho memohon ijin untuk memperkenalkan diri, karena kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Maka agar anggota dalam grup Belajar Menulis Gelombang 8 saling menyayangi, harus saling kenal satu sama lain, apalagi dengan narasumber yang akan memberi sesuatu yang berharga untuk bekal kita dalam dunia tulis menulis.

Menurut Master Emcho, akan memulai pemaparan materinya dengan menyampaikan gambar-gambar tentang contoh berbagai keadaan dan situasi menulis dalam kesibukan. Ada sebuah tayangan tulisan dan gambar-gambar sebagai sumber inspirasi, sumber motivasi, pengukuh niat sebagai seorang penulis sejati bahwa:

Ingatlah .

“Penulis sejati akan mencurahkan daya dan pikirannya untuk menghasilkan tulisan, andaikata ia tidak sedang menulis, ia pastilah memikirkan tentang apa yang hendak ia tulis. Ada waktu istimewa yang dipilihnya, yang paling nyaman, untuk larut dalam menulis. Ia tidak membiarkan satu haripun tanpa menulis. Menulis sama wajibnya dengan membaca “.

Pramoedya Anantatur :

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, dia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian “

Budi Darma :
“ Begitu seorang pengarang mati, tugasnya sebagai pengarang tidak dapat diambil alih orang lain. Sebaliknya , jika dekan, camat, dan mantri polisi mati, dalam waktu singkat akan ada orang yang dapat dan mampu menggantikannya “.

Mendidik Diri Untuk Menulis :
“Mendidik diri untuk menulis bukan hanya membuat diri kompeten di bidang menulis, melainkan juga berani menegakkan prinsip “reward and punishment

Menulis Itu Berkomunikasi :

“Wise men speak because they have something to say :fools because they have to say something (Plato) maknanya bahwa dengan menulis kita bisa mengomunikasikan gagasan, kita dan pembaca seakan berada dalam forum saling berhadapan, materi tulisan tentu harus selaras dengan kebutuhan audiens ( pembaca), pengorganisasian materi tulisan juga harus bagus, penggunaan bahasa yang komunikatif “

Dengan slide-slide berisi tulisan yang diberikan  Master Emcho, semakin mengobarkan bara api kepenulisan yang mulai menyala dalam diri kita semua. Ditambah lagi Master Emcho menyampaikan tentang jurus-jurus jitu menulis yang dikupas dalam bukunya berjudul SOS ( Sopo Ora Sibuk) “ Menulis dalam Kesibukan “. 

Master Emcho memberikan 17 jurus jitu / strategi dalam menulis yaitu sebagai berikut :

1.    Tetapkan niat menulis

Niat ,tekad, adalah suatu dorongan kekuatan terbesar dari dalam diri yang dilakukan dengan penuh kesadaran agar apa yang didamba, dicitakan, diingini, diangankan dapat tergenggam di tangan, dapat tercapai.Dalam melakukan berbagai kegiatan, belajar, bekerja, beribadah, pertama kali tetapkan niat agar kita dapat melakukan hal-hal yang akan kita kerjakan dengan sungguh-sungguh penuh tanggung jawab. 

Begitu juga dengan  memulai menulis, pertama tetapkan niat yang kuat dalam diri kita. Sehingga sesibuk apapun, kalau sudah ada niat , komitmen yang baik, yang kuat, kita tetap akan menulis apa yang kita rasakan, kita alami setiap harinya. Tiada hari tanpa menulis, itu kata –kata bijak yang penuh makna. 

Niat dapat dibagi menjadi dua yaitu :
- niat umum/ bersifat filosofis : niat filosofis ini menyangkut makna yang lebih mendalam, tujuan hakiki yang ingin dicapai dari kegiatan menulis , yang akan membawa kepuasan dan kebahagiaan batin seseorang. Misal : menulis karena ingin beramal, menulis karena ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, menulis karena ingin berbagi ilmu dan informasi dengan orang lain, dan sebagainya.

     - niat yang bersifat materiil : niat yang bersifat materi ini menyangkut finansial , yang menyangkut keuangan. Niat menulis karena ingin mendapatkan uang dari hasil tulisan yang dimuat, atau bagi pegawai negeri dengan menulis ingin naik pangkat, dan sebagainya.

2. Rajinlah membaca

Banyak kata-kata bijak, kata –kata indah bak mutiara tentang kegiatan membaca. Membaca membuka cakrawala dunia. Tiada hari tanpa membaca. Kalau Anda ingin mengenal dunia maka membacalah. 

Dan perintah membaca pun juga dijelaskan dalam sebuah ayat dalam kitab suci Al Quran, yaitu “iqro” / bacalah. Maka dari itu kita kalau mempunyai niat untuk menulis, menjadi seorang penulis harus mendisplinkan diri dengan rajin membaca. 

Dengan banyak membaca, kita akan menjadi kaya akan wawasan dan pengetahuan. Dengan membaca akan membuat ruang imajinasi kita menjadi luas. Dengan membaca akan menambah kosa kata kita. Dengan membaca akan membuka inspirasi kita . Dengan membaca akan memancing ide-ide / gagasan-gagasan kita. Sehingga kita kaya akan segalanya dan kita akan lebih termotivasi untuk menulis.

3.    Gunakan alat perekam

Setiap saat, hendak kemanapun, usahakan untuk membawa alat perekam. Apalagi bagi seorang penulis, alat perekam itu sangat dibutuhkan untuk merekam segala hal yang ditemui di luar. Sekarang teknologi semakin canggih, alat perekam itu sudah ada aplikasinya dalam handphone yang pasti hampir semua orang memilikinya. 

Seorang penulis apalagi pemula harus selau merekam setiap kejadian yang berkesan yang akan dijadikan sebagai sumber ide bagi tulisan-tulisannya. Namun alat perekam tidak harus selalu berupa aplikasi perekam. Merekam kejadian-kejadian penting, dapat menggunakan buku kecil sebagai catatan kita untuk merekam semua kejadian yang kita alami, kita rasakan, kita hadapi dalam segala situasi dan kondisi.

 Dengan selalu merekam / mencatat apapun itu yang kita dapati sehari-hari , akan menjadi sumber ide yang sangat penting untuk persediaan ide kita menulis.

4.    Kobarkan inspirasi :

Inspirasi dan penulis itu saling berkaitan. Bagi seorang penulis membutuhkan inspirasi agar dapat menulis sehingga dapat menuangkan ide-idenya. Maka inspirasi bagi seorang penulis harus selalu dikobarkan, dinyalakan dalam segala kondisi. Jangan hanya menunggu inspirasi datang tapi kita harus mencari dan menemukan inspirasi tersebut . Jangan hanya menjadi penunggu inspirasi, tapi kita harus menjadi pencari inspirasi.

5.    Tentukan waktu utama
Seorang penulis harus dapat menentukan waktu yang paling baik, yang paling pas, yang paling tepat kapan dapat melakukan kegiatan menulis. Jadi harus pandai memanajemen waktu antara pekerjaan pokok dengan kegiatan menulis.

6.    Bagi pemula, menulis bebas
Bagi penulis pemula, yang masih awal terjun dalam dunia tulis menulis lebih baik menulis bebas. Maksudnya bahwa menulis bebas ini dapat melatih keterampilan menulisnya dengan menggunakan bahasa tutur atau seperti bercerita agar lebih mudah mengungkapkan ide-idenya ke dalam tulisan. Untuk penulis pemula biarkan otak kanannya yang berkembang dan harus dimaksimalkan.

7.    Menulis di dalam hati
Menulis dalam hati adalah suatu kegiatan menulis, yang dapat dilakukan jika sedang melakukan perjalanan. Di situ pikiran kita, hati kita sibuk dengan membuat rancangan, atau apa yang akan kita tuliskan. Karena sumber ide itu  munculnya secara tiba-tiba, kapan saja, di mana saja, dalam segala situasi dan kondisi, ide itu akan menghampiri kita, apalagi bagi seseorang yang berjiwa penulis.

8. Menulis di waktu utama

Menulis harus mempunyai disiplin diri yang tinggi. Apalagi dalam memilih dan menggunakan waktu utama yang akan digunakan untuk menulis, menuangkan ide-idenya.

9. Manfaatkan waktu luang
Seorang penulis sejati harus dapat memanfaatkan waktu luang yang ada dengan sebaik mungkin, dengan semaksimal mungkin untuk menuangkan ide-ide kita.


10.    Menulis yang dialami
Seseorang pasti mempunyai peristiwa-peristiwa, kenangan-kenangan, kejadian-kejadian, pengalaman-pengalaman, kegiatan-kegiatan yang pernah dialami. Baik itu piknik, bepergian, dan lain-lain, dan semua itu dapat dituliskan sebagai catatan pribadi kita yang pernah kita jalani dalam kehidupan ini.

11.    Menulis yang dirasakan

Seorang penulis mempunyai hati. Dan dalam hati ada rasa. Seorang penulis sejati harus dapat menuliskan rasa hati yang pernah, sedang dan bahkan yang akan dirasakanya dalam menapaki kehidupannnya di dunia ini. Dan segala yang dirasakan oleh seorang penulis itu adalah sumber ide yang teramat berharga untuk dijadikan ide-ide dalam menulis. Contoh penulis yang terampil dan bagus memanfaatkan perasaannya dalam menulis adalah Asma Nadia.

12.    Menulis selaras minat dan pekerjaan

Kegiatan menulis ini pun juga berkaitan dengan pekerjaan atau minat seseorang terhadap suatu bidang tertentu atau lebih. Contoh : seorang guru tentu akan menuliskan sesuatu yang berhubungan dengan praktik mengajar, cara mendidik anak, dan seterusnya. Seseorang yang berminat dalam bidang sastra pasti akan suka menulis cerpen ,puisi atau novel, dan sebagainya.

13.    Menulis dengan riang
Seseorang dalam kegiatan menulis tentu saja berhubungan dengan suasana hatinya. Walaupun disaat menulis itu sedang dalam keadaan sedih atau berduka, suatu waktu pasti akan membutuhkan saat yang senang, riang untuk menyelesaikan tulisan-tulisannya. Dan kebanyakan karya-karya kreatif diselesaikan dalam keadaan yang riang. Maka agar karya kita selesai dengan harapan,dan tepat waktu, mulailah menulis dengan hati yang riang /senang.

14.    Menulis yang banyak

Seorang penulis harus sebanyak-banyaknya menulis. Menulis, menulis dan menulislah terus. Karena dengan seringnya kita menulis/ banyak menulis akan semakin melatih kepekaan rasa dan otak kita. Dengan semakin banyak menulis akan semakin menajamkan keterampilan dan kemauan kita untuk menulis. Sehingga dengan kuantitas menulis akan menjadikan tulisan kita semakin berkualitas.

15.    Read better and write  faster
Dapat dimaknai bahwa   membaca   lebih baik lagi ( banyak membaca ) akan menjadikan kita semakin banyak menghasilkan tulisan ( kita akan semakin cepat dan lancar dalam menulis )  .

16.    Membuat motto yang dahsyat
Seorang penulis harus dapat membuat motto , semboyan untuk menulis yang dahsyat, yang menggelegar agar menjadi motivasi dan lecutan semangat agar kita selalu terinspirasi untuk menulis setiap saat di tengah kesibukan kita.

17.    Menulis dengan doa
Seorang penulis hanyalah manusia biasa, yang tak akan pernah mampu menggerakkan hati, pena, dan panca indera kalau bukan karena kehendak-Nya semata. 

Maka dari itu apapun kesibukannya, apapun keadaannya, dimanapun keberadaanya maka seorang penulis harus senantiasa berdoa, meminta petunjuk dan kefasihan hati untuk dapat menulis dan menghasilkan tulisan yang menginspirasi orang lain. 

Seorang penulis harus senantiasa bersyukur atas semua kesempatan yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita sehingga dapat lancar berkarya dan bermanfaat bagi sesama.

Selanjutnya Master Emcho mempersilahkan para peserta yang ingin mengajukan pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Sehingga dapat dirangkum sejumlah pertanyaan dan jawaban dari Master Emcho sebagai berikut :

Bahwa untuk menjadi seorang penulis pemula dan nantinya menjadi penulis sejati memang harus senantiasa menerapkan jurus-jurus yang telah disampaikan Master Emcho di atas, dan itu sebagai tips untuk menulis di tengah kesulitan / kesibukan kita. 

Dan keterampilan menulis itu pun hanya dapat diperoleh jika kita terus dan terus berlatih menulis setiap saat. Kita harus selalu menulis sebanyak-banyaknya agar terampil dalam menuangkan ide-ide kita.

Dan tulisan-tulisan apapun bentuknya entah itu biografi, auto biografi, riwayat, novel, esai, atau yang lainnya semua itu butuh sumber ide agar tulisan kita semakin bermakna. Kuantitas tulisan kita akan menentukan kualitas tulisan kita. 

Agar tulisan kita dapat mencapai kualitas, yang artinya dapat bermanfaat, dapat membelajarkan orang lain, dapat mencerahkan kehidupan orang lain, dapat membahagiakan hati penulis juga orang lain, dapat semakin mendekatkan diri kita kepada sumber ide yang Maha Hebat yaitu Sang Pencipta , maka teruslah berkarya nyata dengan tanpa jeda selalu merenung dan berdoa.

 Tentu saja dibarengi dengan berbagai upaya  diantaranya memotivasi agar dapat selalu konsisten dan komitmen terhadap niat kita menjadi penulis , pandai memanajemen waktu, belajar untuk selalu mendisiplinkan diri kita.

Pada akhir pemaparan materinya Master Emcho memberikan kesimpulan bahwa kesibukan memang selalu ada, dan setiap orang selalu dihadapkan pada berbagai kesibukan entah apa itu bentuknya. 

Yang terpenting adalah jika ingin aktif dalam dunia tulis menulis harus pandai menyiasati kesibukan tersebut dengan baik, sehingga kita terus dapat berkarya dengan menulis. 

Caranya dengan : tetapkan niat, teguhkan tekad yang kuat, berkomitmen, disiplin diri yang tinggi, nyalakan terus semangat, agar dapat menyelesaikan misi kita menulis . 

Menulis untuk diri sendiri juga untuk orang lain. Menulis untuk membahagiakan diri sendiri juga bermanfaat untuk orang lain. Selamat menulis sekalipun kesibukan tak akan pernah habis, hadapi dengan hati yang ikhlas dan akal yang realistis, pasti akan berbuah manis.

***
Gunungkidul, Selasa 5 Mei 2020




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUNGA RENGGANIS, MANIS

  BUNGA RENGGANIS, MANIS oleh : Enis Bunga rengganis ?? Apakah betul tanaman ini namanya bunga rengganis? Nama rengganis dari tanaman ini di...