Selasa, 20 Oktober 2020

UNTUKMU , PARA SANG GURU


 OLEH : ENI SETYOWATI

Sepenggal puisi untuk para guru.

“ Untukmu, Para Sang Guru “


Guru ….

Engkaulah inspirasiku,,,

Yang sosokmu selalu mengimajinasi

Mengilhami setiap detak dan detik  ilusi

Yang menghampiri …

 

Guru … .

Engkaulah pelitaku …

Yang senantiasa menerangi …

Setiap jengkal tanah di bumi

Yang kulalui dalam sunyi ….

 

Guru ….

Engkaulah mentariku ….

Yang selalu menghangatkan sanubari

Membakar jiwa fitri

Mencari kehidupan yang penuh kemulyaan diri

 

Maha Guru … .

Engkaulah Tuhan Yang Esa dan Zat Abadi …

Yang senantiasa memberkahi bumi

Dengan kebenaran nan hakiki




Tantangan menulis lagi bersama Bu Kanjeng dan Bu Rita Wati dalam Grup Antologi All About Teacher dengan Tema Terima Kasih Guru , untuk menyambut Hari Guru / PGRI pada 25  November mendatang

Pengertian Guru

Guru, sebuah kata yang mengandung arti sangat dalam dan luas. Guru, sebuah kata yang dapat dimaknai secara lugas maupun secara kias. Guru, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.

Arti kata guru menurut Wikipedia adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah yang harus mempunyai kualifikasi formal untuk mengajar . Kata guru dapat diartikan secara luas yaitu setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru , suatu hal yang baik.

Masih menurut Wikipedia, dalam arti khusus, kata guru dapat dimaknai sebagai simbol bagi suatu tempat yang suci berisi ilmu / vidya  dan juga pembagi ilmu ( dalam agama Hindu ). Sedangkan dalam agama Budha, guru adalah orang yang memandu muridnya dalam jalan menuju kebenaran.

Dalam agama Islam, arti kata guru adalah termasuk bagian dari ulama, yang berarti pewaris para nabi yang tugasnya begitu mulia sehingga dalam diri guru harus melekat sifat-sfat ulama, ( Wikipedia ).

Dalam sebuah artikel di http://suwekaprabhayoga.woordpress.com,  dituliskan bahwa guru berasal dari kata Gu ( kegelapan ) dan Ru ( penghancur ). 

Sedangkan menurut bahasa jawa , kata guru bermakna digugu dan ditiru. Dapat diartikan bahwa sosok seorang guru menurut Bahasa Jawa adalah seseorang yang dapat dipatuhi ( digugu ) dan dijadikan panutan / contoh / teladan ( ditiru ) tentang keilmuan dan perilakunya yang terpuji.

Dari beberapa definisi atau pengertian , tentang kata guru maka dapat dimaknai bahwa  sosok seorang guru adalah sosok yang sangat dihormati dan mulia di mata masyarakat . Sosok  guru adalah sebagai seseorang yang dapat membimbing, mengajar, melatih , membawa murid-muridnya atau orang lain untuk mendapatkan  keselamatan , kebaikan , ilmu , pengetahuan yang membawa perubahan baru ke arah kebaikan dan pencerahan jiwa raga, lahir dan batin.


Para Sang Guru

Sebutan guru adalah luas . Siapa saja dapat menjadi guru dalam kehidupan kita. Guru yang mengajar dan membimbing murid-muridnya di sekolah. Yang sudah membawa dan membuat kita dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa  membaca .menulis dan berhitung menjadi dapat membaca, menulis dan berhitung. Dari kita bukan apa-apa menjadikan kita apa-apa. Yang sudah membuat kita dari tak berguna menjadi manusia yang berguna bagi diri dan orang lain, bagi agama bangsa dan negara.  


Guru juga dapat disebutkan untuk orang tua kita, ayah dan bunda kita yang telah menitiskan dan menyebabkan  kita lahir ke dunia ini.  Dari kita belum mengenal indah dan terangnya dunia , kita menjadi  kenal dan dapat menghirup udara bebas di dunia ini. Yang sudah membesarkan , merawat, mendidik, membimbing kita dari kecil hingga dewasa dengan segala dan sepenuh jiwa raga dan kasih sayang mereka. Orang tua kita juga guru dalam proses kehidupan kita.

Sebutan guru juga dapat ditujukan untuk ulama, pendeta, bhiksu, siapa saja manusia / orang yang telah membawa perubahan kebaikan bagi hidup kita. Bahkan anak-anak , rakyat kecil pun juga dapat dikatakan sebagai guru kita karena dengan adanya mereka ,kita dapat belajar artinya mencintai , mengasihi, menyayangi sesama dengan ketulusan, keikhlasan dan kesabaran dengan hati seluas samudera.

Keluarga, kerabat, saudara, teman,  sahabat , kenalan-kenalan kita pun juga dapat menjadi guru-guru kita , karena dengan mereka, bersama mereka , kita akan belajar banyak hal , diantaranya tentang arti kebersamaan, kerukunan , kerjasama , kekompakan, dan berbagai ilmu hidup di tengah keberagaman.


Guru dapat diibaratkan sebuah lilin yang hidup untuk menerangi sekitarnya dari kegelapan. Guru ibarat lilin juga bermakna bahwa seorang guru rela membakar dirinya demi mencerahkan dan menerangi kehidupan orang lain di sekitarnya. 

Guru adalah sebagai dian, sebagai obor, sebagai pelita , sebagai lentera dalam kegelapan yang akan membawa anak didiknya, orang lain di sekitarnya menuju kehidupan yang lebih cemerlang dan bersinar.

Kita manusia di dunia , di atas bumi Alloh ini adalah adalah para guru hebat. Dan kita semua adalah para guru yang harus selalu tunduk dan patuh pada perintah kebaikan dan menjauhi segala larangan dari Sang Maha Guru , yaitu Tuhan Yang Maha Esa.


Makna Peringatan Hari Guru di Masa Pandemi


Pada tanggal 25 bulan November di tahun 2020 adalah merupakan peringatan Hari Guru Nasional yang berlangsung di tengah masih merajalelanya wabah atau pandemi berupa virus corona (Covid-19). Dimana sejak adanya virus corona yang menyebar ke hampir seluruh bagian dunia ini, telah membawa dampak yang begitu luar biasa bagi tatanan kehidupan di muka bumi. 

Maka dari itu dengan berbagai ujian yang disebabkan adanya virus corona tersebut juga dapat dijadikan sebagai guru pengalaman bagi kehidupan kita.  Bahwa semua yang bernyawa pasti akan binasa. Semua yang nyata akan musnah. Semua yang kita miliki tak akan abadi.

Pandemi virus corona ini mengajarkan pada kita banyak hal. Bahwa kita harus lebih peka terhadap sesama, untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, selalu menyempatkan diri untuk membersamai keluarga , untuk selalu hidup penuh kesederhanaan dan meninggalkan hidup berfoya-foya dan hingar bingar dalam kemaksiatan, untuk selalu merenung / tafakur atau bermunajat diri kepada Ilahi di tengah segala kesibukan dunia.


Penutup

Selamat Hari Guru di masa pandemi ,  untuk Para Sang Guru hebat. Semua dari kita , apapun profesinya, apapun pangkat dan derajatnya, adalah guru kehidupan untuk masa depan yang lebih menawan. 

***

Bumi Handayani, 17 Oktober 2020

PROFIL PENULIS

Eni Setyowati ,S.Pd. , lahir di Gunungkidul, 23 November 1972 . Menikah dengan kakak tingkat yang sama-sama fakultas sastra beda jurusan. Hasil pernikahannya dikaruniai  dua buah hati sebagai penyejuk nurani. Anak sulung Erwin Kundya Yoga Perdana ,S.T., dan yang bungsu Erlinda Qurota Ayunnin tengah menuntut ilmu di UNY.

Hobinya membaca, menulis dan melukis. Sewaktu di  SMA N 2 Wonosari Gunungkidul mengambil jurusan A4 ( Bahasa, Sastra dan Budaya ) dipilih sesuai hati nurani.   Selepas SMA masuk  Jurusan Sastra Jawa Fakultas Sastra UNS Solo. Pernah ikut dalam organisasi mahasiswa jurnalistik, pernah menjadi tim redaksi Majalah Sastra Jawa Kalpadruma .Tahun 1992 kuliah lagi di Jurusan Teknologi Pendidikan FIP UNY Yogyakarta hingga mengantongi gelar sarjana pendidikan. Tahun 2020 lulus dari   S1 PGSD BI UT Yogyakarta agar linier dengan bidang mengajarnya sebagai guru kelas di SD Negeri Wiladeg Karangmojo Gunungkidul

Sejak kecil suka dengan dunia tulis menulis bermula dari sering dibawakan buku-buku bacaan oleh ayah yang juga seorang pendidik di sekolah dasar. 

Cita-cita sejak kecil ingin menjadi penulis / sastrawati. Sewaktu SMA ,artikelnya pernah dimuat dalam Rubrik Perkawinan Langgeng di Majalah Kartini. Coretan-coretannya berserakan menjadi arsip pribadi mulai dari puisi, cerpen, artikel, geguritan, cerkak, kisah inspiratif , dan sebagainya. 

Dan kini impian menjadi seorang penulis itu menjelma  , di kala usia mulai di ambang senja. Sejak bergabung dengan grup menulis dan para pegiat literasi dari berbagai penjuru negeri, banyak tulisan-tulisannya yang terkumpul dalam buku-buku antologi bersama dan buku solo, serta artikel-artikel, puisi, cerkak, cerpen yang dimuat di beberapa media. 

Hasil Tulisan dalam Buku Antologi Bersama diantaranya : 

Antologi Geguritan Tilik Wewisik Dinas Kebudayaan DIY (2019), Antologi Geguritan  Kundha Kabudayan Ngayogyakarta (2020), Antologi Esai Sastra Budaya Jawa Dinas Kebudayaan DIY (2020),Antologi Antologi Pentigraf Momen Spesial Sang Guru (2020 ), Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (2020 ), Antologi The Meaningfull True Story (2020 ), Antologi All About Teacher (2020 ), Antologi Local Food (2020 ), Antologi Kobaran Semangat Ngeblog (2020), Antologi Surat Untuk Ibu ( 2020 ), Antologi Oktober Bermakna ( 2020 ) , Antologi Untukku (2020 ), Antologi Senja ( 2020 ), Antologi Stabil Dalam Goncangan ( 2020 ), Antologi Aksara Untuk Ibu (2020 ), Antologi Mempertahankan Keseimbangan Di Tengah Ketidakpastian (2020),dll ( 70 lebih buku antologi bersama)

Buku solo

English For Children ( 2020), Jurus-Jurus Ilmu Menulis Titisan Para Sang Guru (2020), Serangkum Ilmu Dari Gurunya Guru (2020 ), Cyber Pedagogy :Aplikasi Teknologi Pendidikan Dalam Pembelajaran Di Abad 21 (2020), Weling Sinandhing (kumpulan geguritan 2020 ), Senandung Kalbu (kumpulan puisi 2020), Bermunajat Dengan Ayat ( kisah inspiratif 2020 ), Merangkai Bunga Rampai Yang Terberai (2020), Menulis Itu, Asyik (2020), Bercumbu Dengan Buku Bermesra Dengan Kata (2020 ),Menabur Aksara Dalam Pustaka ,Wisiking Gesang , dll .

Saat ini juga bergabung dengan grup  pecinta sastra jawa Gunungkidul "PRESAJA" dan menjadi Tim Redaksi Kalawarti Sastra Jawa Gunungkidul "GUMREGAH".

Juga  tergabung dalam Forum Pelita (Penggiat Literasi Aktif ) Gunungkidul.

Dambanya ingin dunia tulis menulis menjadi titian hijrah untuk meraih kehidupan yang lebih indah, berkah dan terarah dari Alloh Yang Maha Indah.

***

 

           






21 komentar:

  1. Waaw..guruku engkaulah mentari dalam hidupku...

    BalasHapus
  2. Selamat Hari Guru Bu Eny Cantik. Sukses selalu dalam berkarya dan bahagia bersama keluarga tercinta

    BalasHapus
  3. luar biasa kisahnya, saya sampai merinding membaca tulisan bu eni, selamat hari guru bunda, teruslah mencerdaskan kehidupan bangsa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih omjay...lewat omjay...saya kembali mulai semangat lagi utk menuangkan imajinasi juga bersama pegiat literasi dari penjuru negeri...terima kasih ataz semuanya...selamat hari guru

      Hapus
  4. Terus berkarya bu Eni. Sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat hari guru bu widya cantik, sukses selalu, terima kasih

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Selamat hari guru, semoga berlimpah berkah hidup dunia dna akhirat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat hari guru juga Prof. Emkho, sang penggiat literasi, sukses kagem Mr.Emkho, aminn.. terima kasih

      Hapus
  7. Luar biasa, bu guru yg selalu dirindu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. matur nuwun bunda Mien, sukses selalu kagem BUnda MIntarsih yang jauh luar biasa

      Hapus
  8. Balasan
    1. seindah semangat literasi bunda Sri yang selalu menggelora

      Hapus
  9. Barokalloh bu eni sangat menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sami-sami bunda fitriyatun, juga penuh inspirasi ..sukses selalu

      Hapus

BUNGA RENGGANIS, MANIS

  BUNGA RENGGANIS, MANIS oleh : Enis Bunga rengganis ?? Apakah betul tanaman ini namanya bunga rengganis? Nama rengganis dari tanaman ini di...